Bersih Punden Sumur Blandung, Warga Ngabean Temanggung Lestarikan Tradisi 1 Suro

LESTARIKAN TRADISI 1 SURO, WARGA NGABEAN TEMANGGUNG GELAR BERSIH PUNDEN SUMUR BLANDUNG. (Foto/Dok)

Temanggung, Proliman News– Puluhan pemuda bersama para orang tua di Dusun Ngabean, Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, menggelar tradisi tahunan Bersih Punden Sumur Blandung pada peringatan 1 Suro. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun tersebut menjadi wujud syukur sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sejak pagi hari, warga berbondong-bondong menuju lokasi Sumur Blandung dengan membawa ember dan peralatan kebersihan. Mereka bergotong royong membersihkan area punden serta menguras sumur yang selama ini dianggap memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat setempat.

Sesepuh Dusun Ngabean, Hidayat (61), mengatakan kegiatan tersebut diikuti hampir seluruh warga dusun, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga para sesepuh.

“Kurang lebih 90 persen warga Dusun Ngabean ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Untuk kalangan pemuda saja ada sekitar 70 orang yang turut membantu membersihkan punden dan sumur. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan terus kami lestarikan dari generasi ke generasi,” ujar Hidayat, Selasa (16/6/2025).

Menurutnya, tradisi Bersih Punden Sumur Blandung tidak sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga melalui semangat gotong royong.

“Selain menjaga kebersihan dan kelestarian punden, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi warga. Semua berkumpul, bekerja bersama, dan saling membantu tanpa membedakan usia,” katanya.

Setelah kegiatan kerja bakti selesai, warga menggelar acara selamatan atau syukuran di sekitar lokasi punden. Berbagai hidangan tradisional seperti tumpeng, megono, dan ingkung ayam disajikan untuk dinikmati bersama sebagai simbol rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

BACA JUGA  Kejagung Sita Aset Rp8,43 Miliar Kasus Korupsi BGN, dari Jam Mewah hingga Uang di Pikap

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, warga juga mengambil air dari mata air kecil yang berada di area Sumur Blandung. Air yang menetes perlahan dari sumber mata air itu kemudian dimasukkan ke dalam botol oleh warga yang membutuhkannya.

Hidayat menjelaskan, doa yang dipanjatkan dalam selamatan tersebut ditujukan untuk memohon kesehatan, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Dusun Ngabean maupun Desa Tegowanuh.

“Harapan kami, masyarakat selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari bala, petaka, dan penyakit. Kami juga berdoa agar diberikan keberkahan umur, rezeki yang baik, serta kehidupan yang makmur dan tenteram,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan Sumur Blandung memiliki makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Selain menjadi bagian dari warisan budaya, air dari sumur tersebut juga kerap dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan tradisi dan harapan keselamatan.

“Yang paling penting adalah menjaga warisan leluhur agar tidak hilang. Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Tradisi Bersih Punden Sumur Blandung hingga kini tetap lestari dan menjadi salah satu kearifan lokal yang memperkuat nilai kebersamaan masyarakat Dusun Ngabean. Melalui tradisi tersebut, warga tidak hanya menjaga situs yang diwariskan leluhur, tetapi juga merawat semangat persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat pedesaan.

Liputan : Bagus Anies

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *