Bulog DIY Akan Terus Serap Gabah Petani Kulon Progo Sepanjang Masih Ada Panen, Ninik: Tidak Dibatasi !

Kepala Kanwil Perum BULOG Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ninik Setyowati mengatakan, serapan gabah dari Kulon Progo sudah lebih dari 105 persen.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Kepala Kanwil Perum Bulog Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ninik Setyowati mengatakan, serapan gabah dari Kulon Progo sudah lebih dari 105 persen.

“Bulog DIY telah menyerap gabah dari petani di Kabupaten Kulon Progo dari Januari sampai hari ini mencapai 2.400 ton gabah kering giling (gkg) dari sasaran 2.300 ton gkg pada 2025,” katanya di Kulon Progo, Senin (7/4/2025).

Namun demikian, Bulog DIY akan tetap melakukan penyerapan. Bukan karena sudah tercapai target, kemudian tidak membeli.

“Kami tetap menyerap gabah dari petani Kulon Progo sepanjang ada panenan dan petani mau menjual ke Bulog,” kata Ninik.

Ia mengatakan, program pembelian alias penyerapan gabah kering hasil panen petani tidak hanya bertindak di Kulon Progo, tetapi seluruh wilayah Indonesia.  Karena kebijakan ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini dalam rangka swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Agar petani bergairah bertanam padi maka pemerintah lewat Bulog membeli gabah kering panen petani sebesar Rp6.500 per kilogram,” katanya.

Ninik mengatakan program serap gabah di DIY pada 2025 sebanyak 14 ribu ton.

Hingga hari ini, serapan gabah dari Januari-hari ini di empat kabupaten di DIY sudah mencapai 9.500 ton. Nantinya Bulog bakal tetap menyerap gabah petani meski sasaran sudah tercapai.

“Untuk Provinsi DIY sasaran kita ada 14.000 ton. Hari ini, kita sudah tercapai 9.500 ton. Misalkan kelak 14.000 ton tercapai, kami bakal terus melakukan penyerapan,” ucapnya.

BACA JUGA  Rizal Aldyatma: Kasus PT SAK Butuh Pansus atau Tidak Tergantung Arahan Pimpinan DPRD Kulon Progo

Ninik memastikan seluruh gabah kering panenan petani bakal terserap secara maksimal oleh Bulog Kanwil DIY. Selain itu juga tidak ada kriteria unik untuk gabah yang mampu dibeli Bulog.

“Ya jadi, gabah kering panenan semua kami beli, kami serap,” tegasnya.

Ninik mengatakan program ini terbuka untuk seluruh petani. Bagi petani yang mau gabahnya dibeli Bulog, dapat menghubungi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa alias langsung ke pengelola penyimpanan Bulog.

Setelah itu Bulog bakal menerjunkan tim untuk mengambil langsung gabah kepada setiap petani yang telah terdata.

“Untuk mempermudah petani, saat panen, kami langsung datang membawa angkutan, membeli gabah tersebut dengan nilai Rp6.500,” katanya.

Liputan : Reynaldi Dwi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *