Ceking Lokasi, Investor Pariwisata Tidak Tertarik Menanam Modal di Sisi Barat Jembatan Pandansimo

“Sayangnya kawasan di sisi barat dan timur Jembatan Pandansimo masih belum tertata sehingga keindahan Jembatan Pandansimo seakan tidak menular ke kawasan sekitarnya,” ujar Pertiwi, Pengurus Pengusaha Pariwisata Indonesia, Senin ( 26/5/2025).(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Sesuai rencana, Jembatan Pandansimo yang melintang dari Kulon Progo – Bantul di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sudah usai.

Sekarang tinggal merapikan beberapa bangunan ornamen dan elemen variasi yang diperkirakan akan total finishing akhir bulan Mei 2025 besuk.

Jembatan Pandansimo yang panjangnya mencapai 2 kilometer tersebut, berbeda dengan proyek jembatan lain di sepanjang jalan trans selatan Jawa.

Ornamennya yang klasik membuat Jembatan Pandansimo lebih indah dibanding proyek jembatan lain.

“Sayangnya kawasan di sisi barat dan timur Jembatan Pandansimo masih belum tertata sehingga keindahan Jembatan Pandansimo seakan tidak menular ke kawasan sekitarnya,” ujar Pertiwi, Pengurus Asosiasi Pengusaha Pariwisata Indonesia, Senin ( 26/5/2025).

Di sisi barat Jembatan Pandansimo, yakni wilayah Kalurahan Banaran, Galur, Kulon Progo, semua jalur di sayapkanan maupun kiri masih seperti kubangan kerbau.

Sehingga ketika masyarakat turun dari jembatan dan exsit menuju ke kawasan pemukiman warga atau menuju Jalan Raya Daendeles atau ke kawasan wisata pantai di sepanjang pantai selatan Kulon Progo, pasti menggerutu.

Kondisi jalan buruk itu akan dijumpai pengguna jalan dari Jembatan Pandansimo hingga Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Selain kondisi jalan yang remuk redam, penerangan jalan juga belum ada sehingga suasana malam hari sepanjang jalan tersebut gelap gulita.

“Sepertinya Pemda Kulon Progo kurang responsif ya, kondisi jalan jelek begini nggak malu. Sementara jika Jembatan Pandansimo dibuka sebagai jalur megah trans selatan Jawa, kelihatan nggak maching,” ujarnya.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Subianto Tiba di Bandara YIA Kulon Progo Pukul 09.38 Pagi Sebelum ke Akmil Magelang

Ia mengatakan kalau pariwisatanya akan maju dan mengahsilkan banyak pendapatan daerah mestinya Pemda Kulon Progo responsif dengan kehadiran Jembatan Pandansimo ini.

Setidaknya membangun jalan-jalan yang bagus tidak seperti kubangan kerbau seperti ini.

“Kalau kawasan wisatanya belum terhgarap, tetapi akses jalannya bagus, sangat cepat untuk mendatangkan investor di sektor wisata. Karena aksesjalan ini menjadi faktor utama kenyamanan touris, baik domestik maupun manca negara,” katanya.

Bahkan dalam sekali jalan ia bisa menghitung berapa modal pembangunan jalan yang harus diekluarkan Pemda Kulon Progo untuk menunjang wisata di kawasan sisi barat Jembatan Pandansimo.

“Menurut itungan kita, kurang dari Rp 10 miliar, jalannya sudah bagus. Karena setidaknya ada lima lokasi jalan yang butuh dibehani sehingga siap menjadi kawasan wisata. Itu kalau mau bangun wisata di wilayah ini,” katanya.

Kalaupun harus jadi kawasan pertanian, jalan bagus juga menunjang produktivitas. Sehingga untuk usaha apa saja, bukan hanya wisata, kondisi jalan menjadi faktor utama maju tidaknya kawasan tersebut.

Sedang di sisi timur Jembatan Pandansimo, Pemda Bantul sepertinya lebih punya niat membangun kawasan wisata karena meski belum sempurna tetapi ada greget untuk menyiapkan infratrukturnya, lanjut Pertiwi.

“Kalau harus memilih maka, para pengusaha wisata akan lebih memilih kewilayah Jawa Barat yang pasti mendapat jaminan kondisi jalan dan penataan kawasan jelas menarik,” tutupnya.

BACA JUGA  DIY Kembali Dipercaya Menjadi Salah Satu Kota Penyelenggara MILO Activ Indonesia Race 2025

Liputan :Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *