Kulon Progo, Proliman News – Proyek pembangunan Jembatan Pandansimo yang menguhungkan Kulon Progo – Bantul di Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) sudah usai.
Pemasangan struktur baja plaza serta pemasangan elemen gunungan juga sudah tinggal merapihkan saja. Jembatan Pandansimo dengan seluruh ornamennya baik lokasi wisata baru.
Mereka tentu ingin membuat kenangan dengan kondisi Jembatan Pandansimo pada saat sebelum dibuka untuk umum, dengan berswafoto atau membuat konten medsos.
Masyarakat setiap pagi dan sore hari juga silih berganti mengunjungi Jembatan Pandansimo, untuk berbagai kegiatan. Mulai dari berolahraga, bersepeda, hingga berfoto-foto selfie.
“Mau nggak mau, masyarakat pasti berkunjung, ingin melihat keindahan Jembatan Pandansimo. Karena oranemnnya mulai terlihat indah, “ ujar seorang pekerja proyek yang berjaga di lokasi, Senin ( 26/5/2025).
Tetapi ia mengatakan karena ini belum dibuka untuk umum sebenarnya aktivitas masyarakat belum diperbolehkan di sepanjang lokasi proyek.
Tetapi sejak usai subuh masyarakat sudah berduyun-duyun ke Jembatan Pandansimo untuk sekedar menikmati udara pagi sembari sepedaan, atau lari pagi.
“Mereka sudah ramai di sini sebelum para pekerja datang. Ya mau gemana lagi,” ujarnya.
Keramaian di Jembatan Pandansimo juga terjadi selepas jam kerja proyek, atau sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Jembatan Pandansimo terlihat indah, warga pun mulai ramai baik dari sayap timur maupun barat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Jembatan Pandansimo, Setiawan Wibowo, mengatakan bahwa progres pembangunan fisik telah mencapai 90 persen dengan capaian keuangan sebesar 92,320 persen.
Pembangunan Jembatan Pandansimo di Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul – Banaran, Galur, Kulon Progo ini sudah finishing.
Setiawan menyebut secara umum pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana dan telah memasuki tahap akhir pelaksanaan.
Sedangkan saat ini kegiatan yang sedang berlangsung adalah pekerjaan akhir atau finishing. Perapian, pembersihan, dan ceking seluruh komponen.
“Finishing antara lain meliputi pemasangan struktur baja plaza serta pemasangan elemen gunungan, dan perapian,” ujarnya.
Di sisi lain, Setiawan mengungkapkan bahwa kondisi cuaca, khususnya hujan yang disertai petir, memiliki pengaruh terhadap pelaksanaan proyek.
Hal ini menjadi salah satu pertimbangan teknis terutama dalam pekerjaan pemasangan elemen gunungan.
“Demi menjaga aspek keselamatan kerja serta memastikan kualitas pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan,” ujarnya kepada pers.
Terkait kapan jembatan tersebut diresmikan, Setiawan mengaku belum bisa memastikannya. Hal itu merupakan ranah Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Sampai dengan saat ini jadwal resmi peresmian Jembatan Pandansimo belum ditetapkan dan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pihak yang berwenang,” imbuhnya.
Liputan : Suyono Sugondo



