Cuplikan Kisak Pilu Santri Korban Runtuhnya Ponpes Al Khoziny, Pasrah dan Doa Bikin Mereka Kuat

Runtuhnya bangunan tersebut saat jelang sholat Asar menjadi catatan tentang perjuangan dan keajaiban hingga keteguhan iman di tengah bencana.(foto/ist)

Surabaya, Proliman News – Tragedi ambruknya bangunan empat lantai dan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, menyisakan kisah haru.

Runtuhnya bangunan tersebut saat jelang sholat Asar menjadi catatan tentang perjuangan dan keajaiban hingga keteguhan iman di tengah bencana.

Beberapa santri bertahan hidup meski berhari-hari berada dibawah reruntuhan, seolah mendapat mukjizat.

Berikut adalah rangkuman kisah santri Ponpes Al Khoziny yang selamat meski berhari-hari tertimbun reruntuhan.

Alfatih Cakra Buana (3 Hari Tertidur)

 * Keajaiban: Alfatih ditemukan selamat dan tanpa luka serius setelah terperangkap selama tiga hari (sekitar 70 jam).

 * Pengalaman di Reruntuhan: Ia mengaku sebagian besar waktu tersebut tertidur lelap dan tidak merasa lapar atau haus. Ia merasa seperti bermimpi minum air melalui selang dan berjalan-jalan naik mobil pickup di tempat gelap.

 * Faktor Penyelamat: Posisi tubuhnya tertutup tumpukan pasir dan terlindungi oleh lembaran seng, yang membentuk ruang udara kecil.

Syaiful Rosi Abdillah (3 Hari Bertahan dengan Doa)

 * Perjuangan: Rosi (13 tahun) juga dievakuasi hidup-hidup pada hari ketiga pencarian, setelah bertahan tanpa makan dan minum.

 * Keteguhan Iman: Rosi mengungkapkan bahwa yang menopang hidupnya selama di bawah puing adalah terus membaca salawat dan istighfar.

 * Dampak Fisik: Meskipun selamat, Rosi harus menjalani operasi amputasi pada telapak kaki kanannya karena luka parah akibat himpitan beton selama tiga hari.

BACA JUGA  Surat Cinta KH. Imam Jazuli, Lc. MA untuk Ketua Umum PBNU DR. (HC) K.H. Yahya Cholil Staquf, Begitu Lembut

Haikal (Beribadah di Tengah Jenazah Teman)

 * Keteguhan: Haikal mengalami kondisi yang paling mencekam, karena ia terjebak dan terhimpit oleh dua jenazah temannya.

 * Iman yang Tak Goyah: Di tengah situasi gelap, mencekam, dan terjepit, Haikal dan beberapa teman yang masih sadar dikisahkan tetap melaksanakan salat berjemaah di bawah reruntuhan, saling mengingatkan kewajiban ibadah.

 * Kisah Misterius: Ayah Haikal menceritakan bahwa putranya sempat mengira ada sosok misterius (seperti anak kecil) yang memberinya minum saat ia terperangkap.

2. Kisah Pengorbanan dan Luka Mendalam

Tragedi ini juga meninggalkan kisah pengorbanan besar, baik dari korban maupun tim penyelamat.

Nur Ahmad (Rela Diamputasi Demi Bertahan Hidup)

 * Tragedi: Saat salat Ashar, reruntuhan beton menjepit dan meremukkan lengan kiri Nur Ahmad (16 tahun). Ia terjebak dalam kondisi kesakitan parah dari sore hingga malam.

 * Keputusan Dramatis: Karena lengan kirinya remuk total dan tidak memungkinkan untuk digerakkan demi proses evakuasi yang cepat, tim dokter memutuskan melakukan tindakan amputasi darurat langsung di bawah reruntuhan.

 * Keberanian Tim Medis: Dokter yang memimpin operasi, dr. Aaron Franklyn Suaduon Simatupung, menyatakan siap mati di lokasi jika bangunan ambruk lagi, demi menyelamatkan nyawa Ahmad. Keputusan sulit ini berhasil membawa Ahmad keluar hidup-hidup.

Muhammad Soleh (Santri Penuh Cita-cita yang Wafat)

 * Teladan Kebaikan: Muhammad Soleh (22 tahun) adalah santri sekaligus mahasiswa yang dikenal tekun, ramah, dan penuh semangat untuk mengabdi di pondok.

BACA JUGA  Sebanyak 1.200 Calon Haji Asal Jawa Timur Gagal Berangkat Karena Arab Saudi Tidak Menerbitkan Visa Haji Furoda

 * Musibah: Ia menjadi salah satu korban yang mengalami luka parah saat salat Ashar. Meskipun sempat mendapat pertolongan, Soleh akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah tragedi. Ia dikenang sebagai syuhada Al Khoziny.

Kisah-kisah ini menjadi pengingat pilu akan rapuhnya keselamatan di banyak fasilitas pendidikan, sekaligus menorehkan catatan tentang keajaiban bertahan hidup, kekuatan doa, dan pengorbanan kemanusiaan yang terjadi di balik puing-puing musala Al Khoziny.

Catatan: Reinaldy Dwi Reporter Proliman News

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *