Yogyakarta, Proliman News – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) telah berhasil mendanai pembangunan infrastruktur jalan desa sepanjang 146,3 kilometer.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan “Nayantaka” DIY, capaian ini merupakan hasil akumulasi pembangunan sejak tahun 2021 hingga 2025.
Menurut Sekretaris Jenderal Paguyuban Nayantaka DIY, Suhadi, alokasi Danais melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ini telah membawa perubahan besar bagi wajah perdesaan di DIY. Jika seluruh jalan desa yang dibangun tersebut disambungkan, panjangnya hampir setara dengan jarak dari Yogyakarta ke Semarang.
Menariknya, pembangunan proyek infrastruktur ini tidak hanya berfokus pada fisik jalan, melainkan juga mengusung konsep padat karya tata nilai yang bertujuan memberdayakan warga lokal:
Setiap paket pekerjaan jalan desa diselesaikan dalam waktu sekitar 18 hari (3 minggu).
Mengakomodir sekitar 60 tenaga kerja lokal per proyek.
Memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar serta mengurangi pengangguran.
Selain pembangunan jalan desa, kucuran Danais juga dialokasikan untuk berbagai program sosial dan penguatan wilayah di tingkat kalurahan (kelurahan), di antaranya:
Berikut Program Capaian & Detail Kontribusi:
Rehabilitasi Rumah | 826 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berhasil diperbaiki (Periode 2022–2024).
Pemberdayaan Warga | 2.182 warga miskin dilibatkan dalam program pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi (Periode 2022–2026).
Tertib Administrasi|Penguatan administrasi pertanahan di 40 kalurahan (Periode 2022–2026).
Melihat dampak positif yang nyata, Ketua Paguyuban Nayantaka DIY, Gandang Hardjanata, berharap adanya penguatan Danais di masa mendatang. Penguatan yang diusulkan bukan sekadar soal nominal atau besaran anggaran semata, melainkan sebagai investasi jangka panjang demi kemandirian desa.
Dengan dukungan Danais yang kuat dan berkelanjutan, pihak kalurahan diharapkan dapat mengoptimalkan perluasan pelayanan publik, menjaga ketahanan pangan, memajukan ekonomi lokal, melestarikan kebudayaan daerah, serta mengentaskan kemiskinan secara lebih masif.
Liputan: Galang Andika Pratama



