Dapur MBG di 97 SPPG se- DIY Dihentikan Operasionalnya karena Anggaran Pusat Belum Cair

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dinilai belum memiliki perangkat hukum yang cukup terkait perlindungan siswa. (foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Sebanyak 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa dihentikan sementara operasionalnya mulai awal Juni 2026 lalu.

Hal itu dilakukan lantaran pasokan anggaran dari pemerintah pusat belum kunjung diterima oleh masing-masing manajemen SPPG di daerah.

Sekda DIY sekaligus Ketua Percepatan MBG DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama tim satgas.

Berdasar hasil evaluasi tersebut, diketahui ada sebanyak 97 SPPG yang tersebar di seluruh wilayah DIY memilih tutup dapur MBG untuk sementara waktu.

“Ternyata banyak ada 97. Ya banyak, ya karena virtual account-nya belum, jadi belum tertransfer. Persyaratan juga ada yang belum banyak terpenuhi,” kata Ni Made Dwipanti Indrayanti saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (11/6/2026).

Ia merinci, dari total puluhan dapur yang lumpuh tersebut, sebanyak 42 SPPG murni berhenti beroperasi karena terkendala anggaran pusat yang belum turun.

Sementara itu, 55 SPPG sisanya dihentikan sementara waktu karena tersandung permasalahan lain, salah satunya kendala administratif yang belum rampung.

Made menyampaikan, Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah titik penutupan dapur MBG terbanyak di DIY, yakni mencapai 36 SPPG.

Posisi berikutnya disusul oleh Kabupaten Gunungkidul mencapai 22 SPPG dihentikan.

“Permasalahan dana VA (virtual account) belum cair terkonsentrasi di Gunungkidul sebanyak 22 SPPG, Bantul 10 SPPG, dan Sleman,” urai Made.

BACA JUGA  Pemkab dan Kejari Kulon Progo Berkolaborasi Pastikan Hak Dokumen Kependudukan Anak Rentan Terpenuhi

Meskipun puluhan dapur menghentikan pelayanan, Made menyebutkan secara keseluruhan total jumlah SPPG yang terdata dan dibangun di wilayah DIY sebenarnya berjumlah sangat besar hingga mendekati angka 400 unit.

“(Sekitar) 380-an atau 390-an hampir 400 cukup banyak,” tutur Sekda DIY.

Liputan : dari kompas.com

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *