Delapan Titik di Barat Jembatan Pandansimo Rawan Kecelakaan karena Tanpa Rambu dan Lampu Penerangan

Mulai Jumat (10/10/2024) Jembatan Pandansimo yang menghubungkan Kulon Progo – Bantul resmi dibuka untuk lalu lintas umum jalur lintas selatan.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Mulai Jumat (10/10/2024) Jembatan Pandansimo yang menghubungkan Kulon Progo – Bantul resmi dibuka untuk lalu lintas umum jalur lintas selatan.

Namun sedikitnya 8 titik terutama di dua perempatan tiga pertigaan di sisi barat Jembatan Pandansimo rawan terjadi kecelakaan, karena tanpa rambu dan tidak ada lampu penerangan jalan.

Titik paling mencolok ada di persimpangan yang membagi jalur lintas selatan dengan Jalan Daendeles di timur Jembatan Ngramang. Titik ini belum tersentuh rambu lalu lintas.

“Selain belum ada rambu-rambu di titik-titik rawan tersebut juga belum ada penerangan jalan sehingga jika malam tiba wilayah itu sangat gelap,” ujar Ahmad Nurohim, Relawan Jalan Raya Kecubung, Minggu (5/10/2025).

Di titik-titik tersebut kondisinya masih memprihatinkan, karena tidak ada rambu lalu lintas, tidak ada lampu penerangan bahkan tidak ada penanda apapun, lanjutnya.

Ia mengusulkan, selama empat hari proses pembenahan fasilitas Jembatan Pandansimo titik-titik rawan kecelakaan tersebut ikut dilakukan penambahan rambu lalu lintas dan penerangan jalan.

“Ini semua demi keselamatan warga di sekitar Jembatan Pandansimo yang harus beraktivitas melintasi JJLS barat Jembatan Pandansimo,” katanya.

Titik-titik yang dianggap rawan dan belum tersentuh rambu atau lampu penerangan diantaranya, perempatan Masjid Zainul Ihsan, karena ini merupakan jalan keluar warga dan wisatawan dari kawasan Pantai Trisik ke Kalurahan Nomporejo, Galur, Kulon Progo.

BACA JUGA  ​Pemkab Kulon Progo Usulkan RSUD Baru di Menoreh, Target Beroperasi 2028

Kedua perempatan Bedoyo, karena perempatan ini sehari-hari padat lalu lintas warga dari Kampung Bedoyo, Siliran, Karangwuni ke Boro, Nomporejo, Galur, Kulon Progo.

Lalu pertigaan dari Kampung Samiranan naik ke JJLS Kawasan Jembatan Pandansimo, dan pertigaan dari arah Kampung Karangsewu keluar ke persimpangan JJLS dan Jalan Daendeles.

“Itu titik-titik rawan yang menurut pengamatan kami selama uji coba pembukaan Jembatan Pandansimo banyak terjadi kegagapan pengendara,” tambahnya.

Dijelaskan, kerawanan terjadi karena biasanya warga keluar masuk kampung atau melintas JJLS dengan santai besuk kendaraan besar banyak melintas di jalur ini. Ini sangat berbahaya.

Sejumlah warga juga meminta agar dinas terkait atau pihak kepolisian memasang rambu secara permanen di titik-titik rawan tersebut disertai lampu penerangan jalan yang terang.

Selain itu warga juga meminta agar ada alokasi tempat untuk berhentinya kendaraan besar lintas pulau yang selama ini banyak parkir bermalam di timur Jembatan Ngramang.

“Kalau Jembatan Pandansimo dibuka total tentu arus kendaraan besar seperti ini akan semakin banyak. Mestinya ada alokasi tempat rehat angkutan antar pulau ini sehingga tidak menganggu kenyamanan warga pengguna jalan,” kata Nuriswanto, Warga Nomporejo.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *