Disdikpora Kulon Progo Launching Bahan Ajar Mendalam Setara Nasional, Bupati: Generasi Kita Harus Berkarakter !

Launching dipimpin langsung oleh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, dihadiri Kepala Disdikpora Nur Wahyudi, Dewan Pendidikan Kulon Progo, para pengawas, kepala sekolah, serta tim penyusun bahan ajar se-Kabupaten Kulon Progo.(foto/NH)

Kulon Progo, Proliman News – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo, Kamis (5/2/2026) secara resmi melaunching Bahan Ajar SD dan SMP dengan Pengayaan Kearifan Lokal.

Launching dipimpin langsung oleh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, dihadiri Kepala Disdikpora  Nur Wahyudi, Dewan Pendidikan Kulon Progo, para pengawas, kepala sekolah, serta tim penyusun bahan ajar se-Kabupaten Kulon Progo.

Kepala Disdikpora Kulon Progo Nur Wahyudi, menyampaikan bahwa penyusunan bahan ajar ini merupakan respons konkret terhadap Keputusan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 46 Tahun 2025.

Seluruh bahan ajar semua satuan pendidikan dituntut selaras dengan Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran (CPATP) yang ditetapkan secara nasional.

“Kami menjawabnya dengan menyusun bahan ajar yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga memperkaya pembelajaran dengan konteks kearifan lokal Kulon Progo,” ujarnya.

Program ini dikembangkan melalui sistem terstruktur dan terstandarisasi. Yakni, Disdikpora menerbitkan Surat Keputusan Nomor 570 Tahun 2025 tentang Prosedur Pengembangan dan Distribusi Bahan Ajar Pengayaan Mata Pelajaran dengan Muatan Lokal sebagai landasan teknis.

Selanjutnya, SK Nomor 582 Tahun 2025 dan SK Nomor 720 Tahun 2025 membentuk Tim Pengembang dan Penyusun Bahan Ajar jenjang SD dan SMP yang terdiri dari guru-guru berprestasi pemenang lomba tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Proses penulisan mengikuti Pola Penulisan Bahan Ajar yang telah ditetapkan, dilanjutkan dengan tahapan kurasi dan editorial ketat untuk memastikan kualitas substansi, struktur, dan penyajian yang konsisten sebelum dirilis kepada publik.

BACA JUGA  JPW Dukung Pemkot Yogyakarta Terapkan Kembali Aturan Jam Malam Anak

Hasil dari upaya tersebut menghasilkan 12 bahan ajar untuk jenjang SD dan 16 bahan ajar untuk jenjang SMP yang kini tersedia dalam format digital di laman resmi Disdikpora Kulon Progo (https://pendidikan.kulonprogokab.go.id). Versi digital dapat diunduh dan diakses secara gratis oleh pendidik, peserta didik, maupun orang tua, mendukung prinsip aksesibilitas, transformasi pendidikan berbasis teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, pencetakan buku bersifat opsional berdasarkan permintaan orang tua, dan pihak percetakan yang berminat wajib menjalin perjanjian kerja sama lisensi dengan Disdikpora untuk menjamin integritas konten dan kesesuaian dengan ketentuan hak kekayaan intelektual.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan dalam sambutannya menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

“Pendidikan berkualitas bukan hanya menghasilkan generasi cerdas intelektual, tetapi juga generasi berkarakter mulia dan mencintai tanah kelahirannya.” Katanya.

Bahan ajar ini menjadi jembatan menghubungkan pengetahuan universal dengan kearifan lokal, sehingga tercipta keseimbangan antara kemajuan global dan pelestarian budaya daerah.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun, CV. Maestro Edutech Indonesia, CV. Inti Prestasi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan bahan ajar berkualitas ini.

ia menegaskan sebagaimana tujuan pendidikan yakni harus mampu menyelaraskan 4 R dalam diri manusia  yakni ruh, rasa, rasio dan raga.

“Ruh diisi dengan spiritualitas. Rasa diisi kecerdasan emosional, adab, budi pekerti, sopan santun, subosito tata krama, rasa pangrasa. Rasio diisi kecerdasan intelektual. Raga disi asupan gizi seimbang, olahraga yang baik dan istirahat cukup,” paparnya.

BACA JUGA  Telah Melakukan Donor Darah 75 Kali, 99 Orang Pendonor Darah Sukarela Terima Penghargaan PMI DIY 2026

Dengan diluncurkannya bahan ajar ini, Disdikpora Kulon Progo berharap proses pembelajaran di sekolah semakin efektif, bermakna, dan mampu menguatkan literasi, numerasi, serta karakter peserta didik sesuai amanat Kurikulum Merdeka Plus Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan regulasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pendampingan dan evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan pemanfaatan optimal bahan ajar di seluruh satuan pendidikan.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *