Magelang, Proliman News — Komunitas Lima Gunung (KLG) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bersiap menggelar agenda tahunan legendarisnya, Festival Lima Gunung (FLG) XXV/2026. Mengusung tema yang sarat otokritik, “Makin Goblok Bareng”, perayaan perak ini akan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut pada 10-12 Juli 2026, bertempat di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
Festival yang berbasis pada gerakan seniman petani ini mempertemukan jejaring kultural dari kawasan lima gunung yang mengepung Magelang, yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh. Tidak hanya seniman lokal, hajat kebudayaan ini juga melibatkan jaringan seni dari berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara.
Tema unik “Makin Goblok Bareng” dicetuskan langsung oleh budayawan terkemuka Magelang sekaligus perintis KLG sejak 1997, Sutanto Mendut. Tema ini lahir sebagai respons kritis terhadap dinamika kehidupan manusia di era ledakan teknologi informasi.
Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono, menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan refleksi mendalam mengenai pentingnya sikap tawaduk (rendah hati), kesediaan untuk terus mendidik diri sendiri, dan belajar bersama secara kolektif.
”Melalui tema ini, kita diajak merenungkan kembali kehidupan riil sehari-hari maupun interaksi di dunia maya agar menjadi lebih baik. Harapannya, kesadaran ini mampu melahirkan peradaban luhur baru yang layak diwariskan kepada generasi masa depan,” kata Sujono saat memberikan keterangan pers, Minggu (5/7/2026).
Sujono menegaskan, perayaan ke-25 tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa bagi komunitas. FLG berhasil mempertahankan konsistensinya tanpa pernah jeda satu tahun pun, termasuk saat harus melewati masa-masa sulit Pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu dengan protokol kesehatan yang ketat.
Hebatnya, selama seperempat abad, festival ini sepenuhnya digerakkan oleh kekuatan swadaya masyarakat dusun tanpa bergantung pada sponsor, baik dari pihak korporasi maupun anggaran pemerintah.
”Hingga tahun ke-25 ini, kami tetap mempertahankan kebijakan tanpa sponsor. Penyelenggaraan secara mandiri ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi komunitas, pegiat, maupun warga dusun. Setiap festival membuktikan secara nyata praktik baik dari semangat bekerja tanpa pamrih, keikhlasan, kekeluargaan, dan persaudaraan,” tegas Sujono.
Bagi Dusun Warangan sendiri, yang terletak di kawasan lereng Gunung Merbabu, tahun ini menjadi kali keempat mereka dipercaya sebagai tuan rumah. Dusun ini mencatat sejarah sebagai lokasi perdana FLG pada tahun 2002, dilanjutkan pada 2003, dan festival ke-13 pada tahun 2014 silam.
Guna menyambut ribuan pasang mata, 186 kepala keluarga atau sekitar 504 jiwa warga Dusun Warangan telah bergotong royong sejak pertengahan Juni lalu. Mereka menyulap tanah lapang bengkok dusun menjadi panggung pertunjukan megah bertingkat dua. Level pertama seluas 80 meter persegi dialokasikan untuk area pementasan, sementara level kedua seluas 32 meter persegi diperuntukkan bagi pengiring musik.
Seluruh dekorasi panggung hingga instalasi seni yang menghiasi wajah desa memanfaatkan bahan-bahan alam yang tersedia di lingkungan setempat. Tak hanya itu, warga juga secara sukarela membuka pintu rumah mereka sebagai tempat menginap para tamu dan ruang transit bagi para penampil.
Festival Lima Gunung XXV dipastikan berlangsung meriah dengan rencana penampilan dari sekitar 85 grup kesenian yang melibatkan total 1.274 seniman. Selama tiga hari penuh, pengunjung akan disuguhi beragam pementasan mulai dari tarian tradisional, komposisi musik modern, kolaborasi seni kontemporer, pembacaan puisi, kirab budaya, hingga pidato kebudayaan.
Melalui konsistensi dan jejaring yang terus menguat dengan berbagai kelompok sosial dan tokoh lintas latar belakang, FLG terus berdiri kokoh sebagai benteng kearifan lokal.
”Jejaring ini memperkuat keberadaan komunitas untuk terus belajar dan menginspirasi tentang makna sejati dari kebudayaan, sekaligus memperkokoh nilai-nilai hidup pedesaan dengan kearifan lokalnya dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” pungkas Sujono.
Liputan: Bagus Anies



