Kandidat Ketua DPC PKB Kulon Progo Tanpa Menyertakan Kader Perempuan, Titik Wijayanti: Sudah Usai Bos !

“Ya saya kan sudah 3 periode di DPRD, saya tiga kali menang, dan saya juga memiliki basis pendidikan sarjana, tetapi saya kan tidak mungkin mengusulkan nama saya sendiri,” tambahnya.(foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kulon Progo mensepakati empat nama untuk diajukan ke DPW KPB DIY dan DPP PKB.

Keempatnya adalah Kiai Shihabuddin, Gus Hifni Muhammad Nasikh, Kiai Suharto dan Kartono.

Siapa yang bakal ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Kulon Progo sejumlah sumber di DPC PKB Kulon Progo semua komponen akan mengikuti ketetapan DPP PKB.

“Siapa yang bakal jadi Ketua DPC PKB semua kita manut keputusan DPP PKB, tidak ada sentiment atau geng-gengan, agar semuanya aman terkendali,” ujar Politisi Muda PKB Qois Reiza Fahmi, Minggu (5/4/2026).

Karena aturannya sekarang memang begitu, Ketua DPC / DPW PKB ditentukan hasil UKK oleh Tim DPP PKB, agar tidak ada gejolak geng-gengan tidak produktif pasca Muscab atau Musda.

Sehingga meski Muscab DPC PKB sudah usai nama Ketua DPC PKB Kulon Progo belum bisa diketahui dan harus menunggu dua bulan lagi setelah ada hasil UKK Tim DPP PKB.

“Karena masih harus menunggu hasil Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) Tim DPP PKB, maka Ketua DPC PKB Kulon Progo baru diketahui dan akan dilantik pada bulan Juni 2026, bertepatan dengan Halah PKB,” katanya.

Sehingga menurutnya siapapun yang bakal ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Kulon Progo semua pihak di daerah hanya nderek saja kepada keputusan DPP PKB.

BACA JUGA  Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi Menegaskan DKI Jakarta Tidak Bisa Hidup Tanpa Jawa Barat, Apa Maksudnya ?

Termasuk jika ternyata kader PKB yang ditunjuk dan ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Kulon Progo ternyata bukan kader yang diusulkan dalam muscab jika DPP PKB melihat ada pertimbangan lain atau kader yang diusulkan tidak memenuhi syarat sebagai ketua.

“Ya bisa jadi begitu. Kalau DPP PKB memiliki pertimbangan dan melihat ada unsur-unsur yang tidak cocok dengan ketentuan untuk PKB ke depan, bisa jadi yang ditetapkan sebagai ketua bukan yang diusulkan. Kemungkinan itu ada sih,” kata Titik Wijayanti, politisi perempuan PKB.

Ketika ditanya kenapa kader yang diusulkan sebagai kandidat Ketua DPC PKB Kulon Progo tidak menyertakan kader perempuan ia menyatakan bahwa proses sudah dilalui dan kesekapatan sudah diambil.

Sementara semua hasil Mucab PKB di beberapa kabupaten di DIY semua menyertakan kader perempuan karena itu menjadi prasarat pengajuan kandidat ke Tim UKK DPP PKB.

“Kenapa tidak ada unsur kader perempuan tentu semua pihak memiliki pertimbangannya masing-masing, mungkin tidak ada kader perempuan yang layak dan pantas, di Kulon Progo dan jika ada tidak memenuhi kualifikasi jika diajukan ke Tim UKK DPP PKB,” katanya menjelaskan.

Padahal Titik Wijayanti mengakui bahwa dirinya memiliki basis pendidikan yang baik yakni sarjana, kuliah beneran, dan tiga kali menjadi anggota DPRD Kulon Progo dengan peningkatan jumlah suara, serta selama ini memiliki reputasi yang tidak memalukan selama menjadi dewan.

BACA JUGA  Sisa Gaji dan Tunjangan Eks Karyawan PT SAK Akan Dibayarkan Secara Mencicil Sebelum Lebaran

“Tetapi jika saya harus jadi Ketua DPC PKB Kulon Progo, saya menyatakan saya tidak pantas, karena sejumlah alasan. Tetapi jika DPP PKB kemudian menunjuk saya sebagai pengurus di KSB PKB Kulon Progo, ia menyatakan akan tunduk kepada DPP PKB, ” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa dirinya sangat mengenal semua kader yang kini diajukan sebagai kandidat Ketua DPC PKB, karena lama berteman di DPRD Kulon Progo bahkan ia juga tahu siapa masing-masing kandidat tersebyut.

“Saya cukup mengenal mereka, kan sudah lama berteman di PKB di DPRD Kulon Progo dan saya mengerti siapa mereka dan reputasi mereka .Tetapi kan proses sudah usai, dan sudah disepakati. Itu penting ditekankan,” katanya.

Kenapa tidak menyertakan kader perempuan dalam daftar kandidat yang disodorkan kepada DPP PKB di Jakarta, ia mengaku kalau toh ia dianggap memiliki kapasistas tentu tidak bisa mencalonkan dirinya sendiri.

“Ya saya kan sudah 3 periode di DPRD, saya tiga kali menang, dan saya juga memiliki basis pendidikan sarjana, tetapi saya kan tidak mungkin mengusulkan nama saya sendiri,” tambahnya.

Meski ia juga tahu bahwa DPP PKB selalu meminta ada kader perempuan yang diajukan, syukur semua kandidat berusia muda, serta memiliki basis pendidikan yang baik setingkat sarjana serta memiliki pengalaman lapangan yang baik.

“Ukurannya apa? Saya kan tiga kali lolos ke dewan, dan ada peningkatan jumlah suara yang saya peroleh dari periode ke periode. Tetapi saya tidak berambisi jadi Ketua DPC PKB Kulon Progo, namun saya akan taat kepada keputusan DPP PKB, ” tandasnya.

BACA JUGA  Mutasi Kejagung: Kajari Lombok Tengah Putri Ayu Wulandari Digeser ke Kulon Progo

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *