Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi Menegaskan DKI Jakarta Tidak Bisa Hidup Tanpa Jawa Barat, Apa Maksudnya ?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku mendapatkan teror, 2 kali dikirim king cobra dari orang tidak dikenal.(foto/ist)

Bandung, Proliman News – Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tidak bisa hidup tanpa Jawa Barat. Demikian Kang Dedi Mulyadi (KDM) di depan politisi Gerinda, Jawa Barat.

Ia menegasakan, DKI tidak akan mendapat air kalau tidak ada Waduk Jatiluhur, yang ada di Jawa Barat.

“Maka ke depan Pempov DKI harus punya kawasan hijau di Jawa Barat dan harus punya hak hutan abadi di Jawa Barat. Yang dibiaya dari dana (APBD) DKI,” ujarnya, disambut teriakan takbir.

Kenapa ? Karena DKI akan terjaga keamanan dan keselamatannya kalau dia mampu memebelanjakan uangnya di Jawa Barat.

“Ini perspektif, ini kesetaraan. Kesetaraan itu nanti harus lahir dari apalagi, melahirkan keadilan,” katanya bersemangat.

Problem Jawa Barat apa hari ini, lanjut KDM dengan sangat serius.

Jawa Barat, problemnya pertumbuhan ekonominya, antara kaya dan miskin mengalami disparitas yang sangat tajam.

“Yang kaya kayanya tinggi banget yang miskin rendah banget.  Kenapa hal itu terjadi, karena upah,” paparnya.

Upah buruh pekerja di sektor pertanian sayur di Jawa Barat selatan, misalnya, yang menjadi sayur petani engkol, petani wortel meski disitu ada modal besar kuli-kulinya rata-rata upahnya di bawah Rp50 ribu.

“Tanpa jaminan pendidikan, tanpa jaminan kesehatan, tanpa jaminan hari tua,” tegas KDM.

Bagimana negara harus hadi pada disparitas ini, doronglah regulasi jaminan ekonomi yang memberi penjaminan, jaminan apa ?

BACA JUGA  Bacabup Akhmad Basuki Tampil Didepan Kader dan Pengurus DPD PAN Kulon Progo Didampingi Mantan Bupati Sutedjo

Jaminan pendidikannya, kesehatannya, rumahnya, karena orang tidak akan berfikir upah kalau kehidupannya pribadinya terjamin.

Bagaimana menyelesaikan masalah kemiskinan yang tidak pernah selesai ?

“Satu desa (misalnya,red), dengan penduduk 300 jiwa dengan 1000 rumah, dengan pendudukmiskin 700, ini bisa kelar (selesai) dalam satu tahun,” ungkapnya.

Caranya bagaimana ? Bagi (lah) kepada seluruh birokrasi untuk membilas satu rumah. Maksudnya tentu satu ASN satu rumah, atau model lain.

“Angkat kredit kenaikan pangkatnya dari keberhasilannya membilas rumah itu,” ungkapnya, sebagimana dilansir oleh @Pedulijabar.

Kedua, dana CSR dari berbagai kepentingan industri, termasuk Bank Jabar yang meimiliki CSR gede banget, arahkan ke bangun rumahnya, sanitasinya.

Ketiga dorong seluruh aspirasinya, terutama kepada dewan Partai Gerindra tidak boleh bergeser dari permasalahan kemiskinan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ketika dikonfirmasi terkait statemen KDM ini tidak banyak memberi komentar, hanya berujar poendek.

“Jakarta punya pemikiran sendiri,” katanya tanpa merinci apa maknanya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *