Erupsi Menerus 25 Jam Berakhir, Anak Krakatau Berubah ke Tipe Strombolian (Status Siaga)

Lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta ancaman aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi. (Foto/Ilustrasi AI)

Yogyakarta, Proliman News — Episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung selama 25 jam resmi berakhir dan berganti menjadi karakter letusan Strombolian. Badan Geologi mencatat setidaknya tiga kali erupsi Strombolian terjadi pasca-berakhirnya fase erupsi panjang tersebut.

erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB resmi mereda dan bertransisi ke tipe Strombolian—karakter letusan berdaya ledak ringan yang berpotensi berulang dalam jangka panjang.

Kendati demikian, status gunung api ini bertahan pada Level III (Siaga) lantaran potensi erupsi susulan masih cukup tinggi. Badan Geologi memperingatkan masyarakat mengenai bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga potensi aliran lava jika fase erupsi menerus kembali terulang.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Kemenko Polkam Pastikan Pembangunan Teknologi Informasi Sesuai Kebutuhan Keamanan Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *