Fenomena Musim Kemarau: Mengintip Potongan Sejarah Wonogiri yang Terbenam di Dasar WGM

Fenomena Musim Kemarau: Mengintip Potongan Sejarah Wonogiri yang Terbenam di Dasar WGM. (Foto/Detik.com)

Wonogiri, Proliman News — Fenomena tahunan kembali terjadi di Waduk Gajah Mungkur (WGM), Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Seiring menyusutnya debit air akibat musim kemarau, puluhan nisan dan kompleks makam kuno kembali menyembul di area Kelurahan Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro.

​Makam-makam berbahan batu kapur tersebut merupakan sisa pemukiman warga yang ditenggelamkan saat proyek pembangunan Waduk Gajah Mungkur dimulai pada dekade 1970-an. Pembangunan mega proyek tersebut kala itu merelokasi warga dan menenggelamkan sedikitnya 51 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di wilayah Wonogiri.

​Menurut penuturan warga setempat, Karni, deretan nisan tersebut mulai terlihat jelas sejak beberapa hari terakhir. Ukuran nisannya bervariasi dengan panjang antara setengah meter hingga dua meter. Sebagian struktur makam masih tampak utuh, sementara sebagian lainnya mulai tergerus erosi air waduk. Pada beberapa nisan batu kapur putih tersebut, terdapat pula ukiran ornamen dan tulisan yang kini kian sulit terbaca akibat terkikis zaman.

​Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, membenarkan bahwa kemunculan kompleks pemakaman ini merupakan peristiwa rutin saban musim kering. Namun, terdapat sedikit pergeseran waktu penyusutan pada tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya makam kuno sudah mulai menyembul sejak bulan Agustus, tahun ini penurunan debit air baru mengekspos area makam pada awal September.

​”Tahun ini laju penyusutan air cenderung lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya, sehingga sebagian kompleks makam masih berada di bawah permukaan air,” jelas Soemardjono.

​Meski lokasi tersebut berada di medan yang relatif sulit dijangkau akibat daratan dasar waduk yang berlumpur dan basah, fenomena ini tetap menyedot perhatian warga lokal, pemancing, hingga pengunjung yang ingin mengabadikan momen sejarah yang muncul dari dasar danau buatan tersebut.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Dua Ribu Lebih Rumah Warga Tergenang Air Akibat 21 Desa di Grobogan Jateng Dilanda Banjir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *