Jakarta, Proliman News — DPP Organisasi Kemasyarakatan Ormas Projo menegaskan pihaknya belum pernah mendeklarasikan pembentukan “Poros Solo” maupun konsolidasi koalisi politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Langkah politik yang dilakukan Ormas tersebut sejauh ini murni bagian dari pemetaan dinamika dan kesiapan organisasi secara profesional.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Projo, Fredy Alex Damanik, guna merespons pandangan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Sebelumnya, Doli menilai bahwa peta kekuatan politik nasional mulai menunjukkan manuver awal melalui manuver “Poros Solo” (Projo) serta “Poros Cikeas” pasca-pidato peringatan HUT Partai Demokrat.
Fredy menjelaskan bahwa membaca peta politik dan menyiapkan skenario organisasi merupakan kewajiban rutin institusi politik, namun hal itu tidak bisa dimaknai sebagai deklarasi koalisi formal. Menurutnya, organisasi yang tidak mengantisipasi perubahan zaman sejak dini justru abai terhadap tanggung jawab politiknya.
Meski menghormati kalkulasi politik partai-partai lain menjelang 2029, Projo mengingatkan agar diskursus pemilu mendatang tidak mengalihkan perhatian utama dari agenda kebangsaan saat ini. Projo mengimbau seluruh pihak untuk menjaga iklim politik tetap kondusif demi keberlanjutan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Ia menekankan bahwa prioritas Projo saat ini adalah mengawal stabilitas nasional, kesinambungan pembangunan, dan pemenuhan kepentingan masyarakat. Ormas tersebut memastikan tidak akan tergesa-gesa mengambil langkah koalisi taktis sebelum waktunya.
Liputan: Galang Andika Pratama



