Gedung Mandala Teater Jangan Jadi Bioskop, Kulon Progo Butuh Ruang Berkesenian

Saat ini, Pemkab Kulon Progo sedang merampungkan proses administrasi persetujuan DPRD untuk hibah bangunan, agar pihak Keraton dan investor bisa segera mengeksekusi proyek. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News – Ide menghidupkan kembali Mandala Teater sebagai bioskop ternyata mendapat penolakan dari Komisi IV DPRD Kulon Progo.

Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Edi Priyono meminta bekas gedung bioskop Mandala Teater dijadikan Pusat Kreativitas guna melahirkan talenta-talenta baru di wilayah ini.

Ia menyatakan, dengan demikian nantinya talenta-talenda baru itu akan  memperkuat identitas budaya daerah, serta memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan melalui berkembangnya sektor ekonomi kreatif.

“Menurut saya bekas gedung bioskop Mandala Teater sebaiknya direvitalisasi menjadi ruang kreativitas bagi kaum muda, bukan semata-mata dimanfaatkan untuk kepentingan komersial,” katanya Kamis (9/7/2026).

Misalnya difungsikan sebagai pusat kegiatan seni, budaya, perfilman, musik, fotografi, desain, dan kewirausahaan kreatif.

Dengan menyediakan ruang yang inklusif untuk berkarya, berdiskusi, berlatih, dan memamerkan hasil karya generasi muda kita.

“Dengan demikian generasi muda kita memiliki wadah untuk mengembangkan potensi, inovasi, serta produktivitas mereka,” tegasnya.

Pemanfaatan kembali bangunan lama sebagai ruang kreatif juga dapat menjaga nilai sejarah sekaligus menghidupkan kembali fungsi sosialnya.

“Kami berfikir jika pendekatan ini dilakukan pemerintah daerah akan mampu mengubah bangunan yang tidak lagi berfungsi menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas seni, budaya, dan komunitas,” lanjutnya.

Senada dengan Edi Priyono, sejumlah seniman Kulon Progo yang berada di berbagai kota mengirim pesan kepada Proliman News agar menyampaikan pemikiran mereka kepada Pemda Kulon Progo.

BACA JUGA  Dandim Kulon Progo Hadiri Event Sermo Run 2026 untuk Dorong Potensi Sport Tourism

Pertama, Kulon Progo tidak memiliki ruang pameran seni rupa sehingga alangkah baiknya jika Gedung Mandala Teater disulap menjadi ruang pameran lukisan atau karya seni rupa yang selama ini tidak banyak terekspose.

Sejumlah pelukis Kulon Progo itu bahkan ada yang tenar di luar negeri seperti Samto pelukis yang terus menerus melakukan parmesan di Jerusalem dan sekitarnya.

Tetapi ia tidak pernah disebut atau tidak pernah dikenal di wilayahnya sendiri Kabupaten Kulon Progo.

Masih banyak pelukis lain sekelas Samto yang hingga usia tua tidak pernah menikmati indahnya berkesenian di Kulon Progo.

Selain seni lukis, banyak karya seni rupa karya seniman Kulon Progo yang tidak pernah kondang di wilayahnya sendiri, karena di Kulon Progo tidak ada ruang pamer dan kehidupan berkesenian yang baik dan berkelas.

“Maka sebaiknya Gedung Mandala Teater direvovasi untuk ruang pamer karya seniman-seniman Kulon Progo,” ujar Sugito.

Kedua, Kulon Progo juga tidak memiliki tempat bertemuanya para seniman untuk menggagas karya dan masa depannya.

Maka Gedung Mandala Teater sebaiknya digunakan sebagai ajang bertemunya para seniman non struktural ( di luar garis kedinasan, red) untuk mengembangkan kreativitasnya dan menjadikan gedung tua itu sebagai jujugan banyak pecinta seni lukis dan seni rupa yang mencintai karya-karya seniman Kulon Progo.

Liputan : W Maryanti/ Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *