Tuban, Proliman News – Dari beberapa wilayah yang terkena dampak gempa Tuban, Jumat ( 22/3/2024) pukul 11.22. WIB, Pulau Bawaen Gresik merupakan salah satu wilayah yang paling parah.
Hal ini disebabkan jarak antara pusat gempa dengan Pulau Bawean relatif dekat, hanya 40 kilometer dari pusat gempa.
Beberapa rumah warga retak-retak dan ambrol akibat gempa. Seperti rumah salah satu warga yang bernama Halwiyati.
“Rumah saya retak beberapa saat setelah gempa,” kata Halwiyati, warga Dusun Tanjung Anyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean.
Selain rumah warga ada juga bangunan masjid dan Bank Bawean yang mengalami kerusakan. Dinding-dinding keramik rontok akibat gempa.
Terlihat juga dalam video amatir banyak jalan-jalan beraspal mengalami retak-retak yang cukup panjang.
Menurut kesaksian salah satu warga, Nur Toatillah, warga Desa Sukaoneng, saat gempa ini seperti suara pesawat lewat di atas rumah, gluduk-gluduk begitu suara yang terdengar.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah daerah di Pulau Jawa, mengalami getaran berkekuatan skala intensitas III-IV MMI akibat gempa bumi yang berpusat di wilayah Tuban, Jatim, kemarin.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkakan gempa di perairan Tuban total terjadi 60 kali hingga
pukul 18.45 WIB. Ada 2 korban luka ringan dan 20 bangunan rusak akibat gempa tersebut.
“Ada dua korban ringan yang tertimpa genting dan bangunan di Gresik dan Surabaya. Sementara
bangunan rusak ada 20”, terang Gatot saat jumpa pers di kantor BPBD
Di tempat lain, gempa juga mengguncang Gresik, menyebabkan rusaknya satu unit masjid Rumas Sakit
di kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik. Demikian ungkap Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, informasi
dan komunikasi Kebencanaan BNPB. Berdasarkan laporan terakhir hingga saat ini tidak ada korban jiwa
akibat gempa bumi tersebut.
“Kedati demikian BPBD Tuban, Rembang dan Gresik terus melakukan monitoring dan pendataan
dampak gempa yang terjadi guna memastikan kondisi dan penanganan lebih lanjut”, Ucap Abdul Muhari
Data yang dikumpulkan oleh BPBD Jatim terkait korban luka ringan dan beberapa bangunan rusak akibat gempa perairan Tuban, sebagai berikut:
1. Hasi’ah (P/71) adalah warga Ds. Tambak, Kec. Tambak, Kab. Gresik. Luka yang diderita adalah sobek dibagian kepala tertimpa genting roboh
2. Mohayaroh (P/28), warga Kenjeran, Kota Surabaya ini terluka di kaki karena tertimpa material.
Adapun dampak banguna rusak akibat gempa perairan Tuban, sebagai berikut:
Kabupaten Tuban
1. 1 unit rumah rusak berat di Gesa Glagah, Kec. Soko
2. 1 unit rumah rusak sedang, di Desa Sidokumpul, Kec. Bangilan
3. 1 unit rumah rusak ringan, di Desa Ngadirejo, Kec. Rengel
4. 1 unit rumah rusak ringan, di desa Pekalongan, kec. Tambak
5. 1 buah kandang ayam rusak, di Desa Klampok, Kec. Semanding
Kabupaten Gresik
1. Kecamatan Sangkapura
a. Desa Sungairujing
– 1 unit sekolah (SMAN 1 Sangkapura) rusak berat
– 1 unit Kantor Desa Sungairujing rusak berat
b. Desa Kotakusuma
– 1 unit sekolah (SD Muhammadiyah 1) rusak berat
c. Desa Dekatagung
2 buah rumah rusak ringa
d. Desa Sangkapura
– 1 unit pondok pesantren
e. Desa Gunung Teguh
– 1 buah masjid
2. Kecamatan Tambak
a. Ds. Telukjatidawang
– 3 buah rumah rusak ringan
b. Ds. Kelompanggubug
-1 buah rumah rusak ringann
Kota Surabaya
1. RSUD M. Soewandhi yang terletak di desa Tambakrejo, Kec. Simokerto
2. 1 unit RS di desa Mulyorejo, Kec. Mulyorejo (RS Unair)
3. Kec. Genteng, 1 buah rumah rusak ringan dan Gedung Sawunggalingh Jimerto juga mengalami kerusakan
Dengan adanya beberapa kerusakan akibat gempa ini warga diminta untuk menghindari bangunan yang retak dan rusak, serta memeriksa bangunan dan memastikan kelayakan tempat tingga masing-masing.
BPBD Gresik juga menghimbau agar warga tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang dapatmenyesatkan.



