Harga Cabai Kembali Anjlog Rp 20.000 per Kilogram Hari Ini, Petani Berharap KDMP Jadi Penyelamat !

Diperkirakan 70 ton cabai dari Pesisir Selatan Kabupaten Kulon Progo akan lonyot (membusuk) karena lelang cabai libur selama tiga hari.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Hari ini harga cabai di tingkat lelang di sepanjang pantai Selatan Kulon Progo anjlog Rp 20.000 per kilogram.

Harga lelang cabai di semua pol cabai hanya berada di angka Rp 28.500 per kilogram, atau menurun Rp 20.000 per kilogram seminggu terakhir setelah sempat mencapai harga Rp48.200 per kilogram.

Data yang dihimpun oleh jaringan Petani Cabai Kulon Progo, dari enam pol lelang yang membuka lelang hari ini hanya diperoleh sekitar 26 ton cabai keriting atau sekitar separo dari produksi normal.

Sejumlah petani yang dihubungi hari ini mengatakan penurunan drastis ini sudah diramalkan sejak petani mendapat harga tinggi seminggu lalu, yakni Rp 48.200 per kilogram.

“Kami sudah menduga, setelah Rp 48.200 pasti akan segera merosot ke angka Rp 25.000 per kilogram, “ kata Sudarto petani cabai di Galur, Kulon Progo.

Ia berharap harga cabai tidak lagi merosot ke angka Rp 18.000 jika hari ini sudah mencapai angka Rp 28.500 per kilogram.

Karena jika harga cabai menurun ke angka Rp 18.000 berarti sudah merupakan pertanda petani akan mendapatkan harga titik terendah karena harga BEP sudah ada di angka Rp 21.000.

“Jadi kalau kita mendapatkan harga Rp 28.500 berarti masih ada keuntungan sekitar Rp 7.500 per kilogram, kalau sampai merosot di angka Rp 18.000 berarti petani nombok Rp 3.000 per kilogramnya,” kata Darto.

BACA JUGA  Jika Pemda Kulon Progo Tetap Ngotot Pungut Pajak Air Tanah untuk Pamsimas Pengurus Semua Jenjang Mundur

Tercatat harga cabai di tingkat lelang di sepanjang Pantai Selatan Kulon Progo menurun dari angka Rp 48.500 per kilogram, lalu menurun Rp 35.000 per kilogram.

Setelah itu, harga terus merosot ke angka Rp 28.500 hari ini.

Sudarto mengatakan, jika Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada di sepanjang wilayah Pesisir Selatan Kulon Progo sudah beroperasi mestinya kemerosotan harga cabai seperti ini bisa tertangani.

“Petani berharap KDMP bisa berperan menjadi penampung hasil panen cabai petani melalui pol-pol lelang, dan KDMP bisa mempertahankan harga beli yang teytap menguntungkan bagi petani. Karena KDMP itu menjadi harapan banget,” katanya.

Ia mengatakan, dulu pernah Pemda Kabupaten Bantul di saat Idham Samawi jadi Bupati Bantul, Pemda Bantul membeli panen cabai petani dengan harga tinggi.

“Saya kira kita pernah punya pengalaman itu, dan ini bisa menjadi contoh bahwa KDMP bisa menjadi pendorong perekonomian masyarakat di pedesaan, dengan cara menjadi penampung hasil panen petani baik cabai, sayur, buah atau hasil peternakannya,” ujar Darto.

Liputan : Bagus Aryo Wicaksono

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *