Hari Ini Pencarian Korban Runtuhnya Pospes Al Khoziny Dihentikan Jumlah Korban Meninggal 54 Orang

Dari lokasi ambruknya bangunan empat lantai dan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Senin siang (6/10/ 2025) tercatat korban meninggal yang ditemukan sebanyak 54 jiwa.(foto/ist)

Surabaya, Proliman News – Dari lokasi ambruknya bangunan empat lantai dan musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Senin siang (6/10/ 2025) tercatat korban meninggal yang ditemukan sebanyak 54 jiwa.

Evakuasi Tim SAR Gabungan mencatat adanya penemuan korban baru yang signifikan sejak semalam hingga pagi hari ini.

Jumlag korban meninggal dunia terus bertambah seiring pengangkatan puing-puing berat yang mencapai lebih dari 75% dari total material reruntuhan.

Tercatat korban meninggal 54 orang (termasuk jenazah utuh dan potongan tubuh yang telah dihitung sebagai individu).

DVI Polda Jatim telah menerima total 55 kantong jenazah untuk identifikasi.

Korban selamat 104 orang (ini adalah korban yang dievakuasi dalam keadaan selamat, baik luka ringan maupun berat).

Diperkirakan tersisa sekitar 13 hingga 14 orang lagi yang masih dicari, berdasarkan perbandingan data total santri terdampak (sekitar 167 orang) dengan total korban yang sudah dievakuasi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas menargetkan operasi pencarian dan evakuasi seluruh korban dapat diselesaikan pada hari ini, Senin (6/10).

Opsi perpanjangan akan dievaluasi setelah puing bangunan utama benar-benar bersih.

Pencarian difokuskan pada sisa-sisa reruntuhan di sisi utara dan sektor-sektor yang berdekatan dengan struktur utama.

Tim SAR kini dibantu oleh pakar dari ITS Surabaya terus berusaha mengatasi kendala dalam pengangkatan sisa beton yang sangat tebal dan sulit.

BACA JUGA  Maung Garuda Mobil Kepresidenan Buatan Pindad Ini Sepenuhnya Dinisiasi Oleh Presiden Prabowo

Tim DVI Polda Jatim terus bekerja keras di RS Bhayangkara. Kabiddokes Polda Jatim menyebutkan bahwa telah berhasil diidentifikasi dua jenazah tambahan melalui pencocokan gigi dan sidik jari, namun kesulitan identifikasi tetap tinggi karena kondisi jenazah.

Tragedi ini telah dinyatakan oleh BNPB sebagai bencana dengan korban jiwa terbanyak sepanjang tahun 2025.

Liputan : Reinaldy Dwi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *