Pati, Proliman News – Tiga orang dipastikan meninggal dunia akibat semprotan gas air mata yang dilakukan aparat kepolisian kepada ratusan ribu demontran yang mendesak pelengseran Bupati Pati Sudewo, Rabu (13/8/2025).
Ketiga korban meninggal akibat gempuran gas air mata tersebut, salah satunya seorang wartawan dan dua orang anak-anak yang tergilas keributan massa akibat semprotan gas air mata.
Sampai saat ini belum diketahui identitas ketika korban, karena jenasah korban kini sudah dibawa keluar arena demontrasi oleh petugas kesehatan menggunakan tandu dan mobil ambulance.
Demo pelengseran Bupati Pati Sudewo ricuh setelah bupati tidak mau keluar untuk menemui 150 ribu demontran sehingga massa mengamuk dan merusak tembok pagar Kantor Bupati.
Secara membabi buta demontran juga melempati Kantor Bupati dengan batu hingga menimbulkan banyak kerusakan.
Ketika negosisiai tidak membuahkan hasil, sementara massa semakin mengamuk aparat kepolisian menyemprot massa dengan gas air mata.
Bahkan massa yang berlindung di dalam masjid juga tidak luput dari sasaran gas air mata, sehingga massa bertumbangan kocar kacir.
Sebagai balasan atas serangan aparat massa mengejar polisi dan menganiaya hingga babak belur, bahkan sejumlah polisi harus menderita luka parah.
Hingga saat ini aksi demo terus berlanjut, massa bersumpah tidak akan meninggalkan Alun-alun Pati sebelum Bupati Sudewo mengundurkan diri.
Liputan : Mariana



