Bantul, Proliman News – Sebulan lagi, tepatnya sebelum Hari Raya Idul Fitri 2025, Jembatan Pandansimo akan dibuka untuk umum.
Jembatan sepanjang 1,9 kilometer tersebut kini sedang dalam proses finishing, dipercantik dengan ratusan tiang lampu serta pagar cantik.
Jembatan Pandansimo menghabiskan dana sebesar Rp 868 miliar rupiah, dengan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun, hingga Maret 2025 mendatang.
Ketika Jembatan Pandansimo dibuka untuk lalu lintas arus mudik diperkirakan seluruh ornamen dan lampu pengamanan sudah terpasang.
Sehingga membuat publik yang akan mudik dari arah Jawa Barat, Jawa Tengah Selatan menuju Yogyakarta, Jawa Tengah Selatan dan Jawa Timur akan memilih jalur ini.
Selain alasan ingin menjajal pesona Jembatan Pandansimo juga akan menjadi momentum jalur baru yang lebih aman, indah dan cepat.
Rencana dibukannya Jembatan Pandansimo pada saat arus mudik Idul Fitri dan libur Lebaran 2025 mulai diantisipasi oleh sejumlah instansi terkait di wilayah ini.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, misalnya akan menggeser 9 titik retribusi di kawasan Pantai Selatan Bantul ke selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), ini.
“Jadi saat arus mudik Idul Fitri dan libur Lebaran 2025 Jembatan Pandansimo dibuka, malamnya kami sudah siapkan tenda untuk memungut retribusi di jalan masuk ke pantai di selatan JJLS,” kata Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar Bantul Yuli Hernandi, Rabu (19/2/2025).
Menurut dia, pergeseran 9 titik retribusi di kawasan Pantai Selatan Bantul ke selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dilakukan untuk menekan adanya kebocoran tiket masuk Pantai Selatan Bantul.
Di mana, nantinya, pengunjung yang akan masuk ke Pantai Selatan Bantul tinggal membayar retribusi tiket Rp15.000 dan tiket tersebut akan berlaku untuk semua pantai di selatan Bantul.
“Jika ada yang masuk Pantai Baru, nanti akan mendapatkan tiket. Nah, tiketnya itu kan ada tanggalnya. Ketika mereka keluar dan masuk ke pantai lain, tinggal menunjukkan tiket sesuai dengan tanggalnya. Selama sesuai dengan tanggalnya, maka pengunjung mau bergeser ke pantai mana saja, hanya dikenakan satu tiket yang telah dibayarkan,” ujarnya menegaskan.
Liputan : Suyono Sugondo



