Kulon Progo, Proliman News – Balutan estetik alam, hutan dan tradisi kraton yang mewah menjadi daya tarik yang sulit diungkapkan.
Itu kesan para tamu undangan hajatan Joko Mursito (Kelapa Dinas Kebudayaan Kulon Progo) Ngunduh Mantu, di Gedung Kebudayaan Pengasih, Kulon Progo, Sabtu (31/1/2026).
Apalagi tamu undangan yang hadir bisa berbaur enak baik dari tingkat selebritis, seniman, pejabat lokal maupun masyarakat umum.
Yang lebih menarik, Pahargyan Ngunduh Mantu ini kental dengan aroma adat mataraman atau Kraton Kasultanan Mataram tempo dulu yang diwujudkan dalam bentuk pakaian among tamu, penjaga tempat rehat dan pelayannya.
“Pakaian adat mataraman para paraga among tamu membawa kesan tersendiri. Seolah kita masuk dalam suasana mataram tempo dulu,” ujar Edi Priyono Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo usai memberi selamat kepada mempelai.
Edi Priyono mengatakan, ikat kepala yang masih memakai kain lembaran belum blangkon lebih terlihat luwes tidak terlalu formal dan kaku.
Menurutnya pesta ini bisa menjadi model pahargyan ngunduh mantu atau perta pernikahan yang keren karena bisa menghadirkan suasana yang adem, bersahabat, dan menjadi media relax.
“Suasanane adem, nyaman bos. Pengaturan jam undangan bagus, jadi tamu tidak berjubel. Yang jelas sentuhan seninya mengesankan. Ini yes banget,” katanya menambahkan.
Hal serupa juga dituturkan Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Nasib Wardoyo, yang datang dengan kondisi masih sehat betul badannya.
Tetapi raut muka riang menandakan seleranya membaik usai mahargyo hajatan Joko Mursito Ngunduh Mantu di Gedung Kebudayaan Taman Budaya Pengasih Kulon Progo, siang tadi.
“Nuansa alam, bukan digedung padahal. Tetapi sejuk, adem, ayem, natural, semedulur, semanak,” kata Nasib Wardoyo ketika diminta komentarnya.
Seperti kita tahu hari ini Joko Mursito- Aire Hargiatmi ngunduh mantu atas penikahan putra lelakinya Ponang Merdugandang dengan Regita Urbanantika, yang dilangsungkan 25 Januari 2026 lalu.
Sementara Susmirah salah seorang tamu dari kalangan pengusaha memberi kesan merakyat tetapi elegan terhadap pahargyan ini.
“Bagus, banyak seniman yang rawuh, nyanyi. Saya sempat dengar Abah Kirun nyanyi, saya lihat ada dagelan Marwono Kawer, dan sejumlah seniman lain juga rawuh dan saling bergembira,” ujarnnya.
Susmirah mengatakan, semoga mempelai diberi rahmat barokah menjadi pasangan yang sejahtera selamanya hidup rukun rezeki mengalir.
“Selamat untuk Ananda Ponang Merdugandang dan Regita Urbanantika, semoga langgeng, mesra terus ya,” tambahnya.
Liputan : Suyono Sugondo



