Jumlah Simpanan Nasabah Korban BUKP Wates yang Tak Bisa Diambil Mencapai Rp 3,2 Miliar, Data Terus Bertambah !

Sampai malam ini jumlah simpanan baik tabungan maupun deposito mereka yang tidak bisa diambil mencapai Rp3,2 miliar, dengan simpanan tertinggi mencapai Rp 500 juta rupiah lebih.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Data terbaru dari Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates hingga Minggu (20/4/2025), jumlah nasabah terferivikasi mencapai 85 orang.

“Dari tumpukan foto copy tabungan dan bilyet deposito, baru bisa kita verifikasi sebanyak itu. Itu klir, baik nama nasabah maupun tenpat tinggal, besarnya simpanan dan nomor kontak,” kata Ketua Dua Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates.

Sampai malam ini jumlah simpanan baik tabungan maupun deposito mereka yang tidak bisa diambil mencapai Rp3,2 miliar, dengan simpanan tertinggi mencapai Rp 500 juta rupiah lebih.

Tri Wibowo, mengatakan lambannya verifikasi karena data yang masuk berupa foto copy rabungan dan bilyet deposito, sehingga harus diteliti satu per satu. Dan bukan entri data secara otomatis atau digital.

“Selain itu, yang menbuat lama karena pihaknya juga perlu konfirmasi dengan pemilik untuk memastikan jumlah dana simpanan, deposito atau tabungan, dan meng- up date masalah mereka,” ujarnya, Minggu (20/4/2025).

Sehingga perbincangan mereka dengan nasing-masing nasabah membuat waktu semakin panjang. Namun hal ini dirasa sangat penting agar mereka saat masuk group sudah familier.

Ia mengatakan, verifikasi makin terhambat karena banyak data masuk tetapi pemiliknya susah dihubungi atau bahkan ada yang tidak meninggalkan nomor HP karena hanya menitip foto copy buku tabungan dan bilyet deposito.

Meski demikian relawan terus bergerak dan dengan sabar melayani setiap data yang masuk sehingga proses ini diperkirakan memakan waktu cukup lama.

BACA JUGA  Kredit Bunga Rendah Super KerisKu Bank Kulon Progo Diluncurkan di Alun-alun Wates Minggu Pagi

Bahkan sejumlah pengurus harus melakukan kerja lembur untuk memvalidasi data terkait nama nasabah, tempat tinggal dan jumlah tabungan serta depositonya.

“Ada sejumlah nasabah yang hingga kini tidak tahu persis berapa jumlah tabungan mereka karena selama ini main percaya saja kepada petugas BUKP Wates, saat melakukan setoran. Biasanya mereka transfer atau titip,” tambahnya.

Yang membuat susah itu bagi nasabah yang buku tabungannya atau bilyet depositonya tidak pernah diberikan selama bertahun-tahun oleh petugas BUKP Wates.

“Maka masalah semakin rumit, karena data besarnya simpanan pasti tidak cocok dengan yang ada di BUKP Wates, soalnya nasabah hanya mengira-ira berdasarkan catatan setoran mereka selama ini,” katanya.

Tri Wibowo juga menyayangkan dalam kondisi carut marut seperti ini Pemda Kulon Progo seolah diam seribu bahasa tidak ada yang ngaruhke atau menyapa rakyatnya yang kesusahan.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *