Kulon Progo, Proliman News — Kemarau panjang yang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menyebabkan debit air Waduk Sermo di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, menyusut hingga empat meter. Fenomena penyusutan air ini kembali memunculkan puluhan nisan dari bekas Tempat Pemakaman Umum (TPU) warga Pedukuhan Sermo Tengah yang berada di tengah waduk.
Area pemakaman yang berjarak sekitar 100 meter dari kawasan wisata Taman Nggudang tersebut biasanya terendam air dengan kedalaman hingga dua meter saat kondisi normal. Meski seluruh jenazah telah dipindahkan saat awal pembangunan bendungan, sisa batu nisan dan struktur makam masih bertahan di lokasi. Di area ini juga terdapat makam tokoh lokal seperti Ki Sermo Joyo dan Jambu Mangli, yang menurut tradisi lisan masyarakat merupakan prajurit Keraton Yogyakarta sekaligus pengikut Pangeran Diponegoro.
Meski penurunan volume air cukup signifikan, operasional Waduk Sermo dipastikan tetap berjalan optimal dan tidak mengganggu fungsi utamanya. Di sisi lain, munculnya daratan bekas pemakaman ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan penggiat kegiatan perkemahan karena menyajikan pemandangan lanskap waduk yang lebih luas.
Liputan: Galang Andika Pratama



