Keren! 2.000 Warga ‘Kepung’ Irigasi Soropadan, Bupati Temanggung: Demi Ketahanan Pangan

Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan kelancaran irigasi sebagai fondasi ketahanan pangan. Ia menilai swasembada pangan tak akan optimal bila saluran air petani tersumbat sedimentasi.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan kelancaran irigasi sebagai fondasi ketahanan pangan. Ia menilai swasembada pangan tak akan optimal bila saluran air petani tersumbat sedimentasi.

Temanggung, Proliman News – Bupati Temanggung Agus Setyawan menekankan pentingnya kelancaran sistem irigasi sebagai fondasi ketahanan pangan. Menurutnya, swasembada pangan mustahil optimal jika saluran air di tingkat petani terhambat sedimentasi.

​”Kita tidak akan tahan pangannya ketika irigasinya mampet dan air tidak mengalir ke sawah. Pengangkatan sedimentasi ini adalah langkah nyata yang memudahkan para petani padi kita,” ujar pria yang akrab disapa Agus Gondrong ini saat mengikuti aksi gotong royong di Irigasi Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Minggu (25/1/2026).

​Agus menyebut aksi ini sebagai upaya saling menyangga pertanian lintas kabupaten antara Temanggung dan Magelang. Ia pun mengapresiasi keterlibatan lebih dari 2.000 warga yang terjun langsung melakukan pengerukan sedimen sepanjang 5 kilometer.

​”Ternyata yang gotong royong hari ini tidak hanya petani pemanfaat air, tapi juga masyarakat luas. Sifat kebersamaan, kerelaan pikiran, dan tenaga seperti ini sangat layak dijadikan role model bagi daerah lain,” tuturnya.

​Pengerukan Sedimen 5 KM
​Ketua Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) Dharma Tirta Soropadan, Kusnindaryanto, menjelaskan aksi ini melibatkan warga dari 20 dusun di lima desa. Mereka bahu-membahu membersihkan infrastruktur bersejarah peninggalan tahun 1859 tersebut.

​”Setiap dusun memikul tanggung jawab pengerukan sepanjang kurang lebih 300 meter,” jelas Kusnindaryanto.

​Pengerukan ini menjadi sangat mendesak karena tumpukan sedimen sudah mencapai ketebalan 30-50 cm. Kondisi ini sempat menghambat proses rehabilitasi saluran, ditambah adanya kendala teknis tanggul jebol sepanjang 22 meter pada Desember 2025 lalu.

BACA JUGA  Pura Baru Dekatkan Umat Hindu Magelang dengan Tempat Ibadah

​”Sedimennya cukup tebal sehingga menghambat aliran air. Kami gerakkan warga agar petani bisa segera menanam kembali untuk mensukseskan program ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

​Sebagai informasi, daerah irigasi Soropadan merupakan urat nadi bagi 508 hektare sawah yang melintasi dua kabupaten. Di wilayah Temanggung, irigasi ini mengaliri Desa Rejosari, Pringsurat, Kebumen, dan Soropadan. Sementara di Kabupaten Magelang, aliran airnya mencakup Desa Ngabean, Krincing, dan Secang.

Liputan: Bagus Kiswanto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *