Solo, Proliman News – Maha Menteri Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan merespons klaim KGPAA Hamangkunagoro sebagai pewaris tahta kerajaan.
KGPA Tedjowulan tidak mempermasalahkan putra bungsu SISKS Pakubuwono XIII, KGPAA Hamangkunagoro yang mengklaim sebagai pewaris tahta kerajaan.
Hal itu disampaikan Tedjowulan saat menunggu kedatangan jenazah SISKS Pakubuwono XIII tiba di Loji Gandrung, Rabu (5/11/2025).
“Boleh saja kok semua orang sekarang mau ngomong apa saja gitu,” katanya.
Namun demikian, Tedjowulan menyebut klaim Hamangkunagoro tersebut belum tentu benar.
“Nanti biar dijelaskan kepada mereka tentang SK Mendagri,” katanya.
Ia mengatakan merujuk SK Menteri Dalam Negeri nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.
Pada klausul kelima, yaitu Kasunanan Surakarta dipimpin oleh SISKS Pakubuwono XIII dan didampingi Maha Menteri KGPA Tedjowulan dalam melaksanakan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berkoordinasi dengan Pemerintah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Surakarta.
Atas dasar SK Mendagri tersebut, Tedjowulan mengatakan klaim Hamangkunagoro atas tahta Keraton Surakarta belum tentu sah.
“Berarti klaim itu belum bisa jadi kebenaran,” katanya.
Pria yang akrab disapa Gusti Tedjo itu pun mengajak semua pihak tetap menjaga ketenangan di internal keluarga Keraton Surakarta.
Ia sendiri mengaku enggan berbicara tentang konflik antar-kubu di internal Keraton untuk menjaga kerukunan.
“Ojo mung (cuma) ribut saja, saya enggak suka saya seperti seperti itu. Saya kan tidak pernah mau ngomong ke mana-mana gitu loh. Menjaga kerukunan ini semuanya,” katanya.
Ia mengingatkan kemungkinan pemerintah mengambil alih Keraton Surakarta jika pertikaian di internal Keraton terus meningkat.
“Sekarang ini saya khawatir undang-undangnya itu ada loh. Kamu ribut, terus diambil alih pemerintah loh. Diusir pemerintah kita mau apa?” tambahnya.
Sebelumnya, putra pertama Pakubuwono XIII GKR Timoer Rumbai menegaskan ayahnya telah menetapkan KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra ing Mataram.
“Saya harus pertegas, Sinuhun (Pakubuwono XIII) sudah menunjuk dan melantik putra mahkota,” kata Timoer usai mendampingi Sri Sultan Hamengkubuwana X melayat di Keraton Surakarta, Selasa (4/11/2025).
Timoer memastikan keluarga inti raja sudah sepakat untuk menjaga pesan mendiang Pakubuwono XIII.
“Beliau mengamanatkan kepada kami, putra-putrinya dan kami harus menjalankan amanah itu,” katanya.
Pernyataan Timoer kemudian disambut oleh Hamangkunegoro.
Putra bungsu Pakubuwono XIII itu mengklaim dirinya sebagai pewaris tahta kerajaan saat melepas jenazah ayahnya.
“Saya, KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, pada hari ini, Rabu Legi 14 Jumadil Awal tahun dal 1959, atau tanggal 5 November 2025, naik tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan SISKS Pakubuwono XIV,” ujarnya.
Liputan : Tim Redaksi



