Yogyakarta, Proliman News – Seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal dilanda cuaca ekstrim hingga tanggal Senin (14/4/2025) mendatang.
Cuaca ekstrim tersebut ditandai dengan hujan lebat, petir dan angin kencang.
Demikian peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY melalui rilisnya, Jumat (11/4/2025).
Guna menghadapi cuaca ekstrim tersebut, BMKG menggelar rapat dengan BPBD Provinsi beserta kabupaten kota beserta Basarnas, berbagai relawan kebencanaan dan awak media.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menyampaikan bahwa BMKG DIY terus memperbarui informasi peringatan dini cuaca ekstrem.
Selain terus melakukan koordinasi dan mitigasi kesiapsiagaan dengan berbagai lembaga terkait.
Ia kembali menekankan, antisipasi terhadap hujan lebat, angin kencang, dan petir yang diperkirakan terjadi pada 11–14 April 2025, sangat penting.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrim dipicu oleh tingginya penguapan di wilayah pantai selatan.
Kemudian bibit siklon di selatan Papua dan utara Australia, serta penumpukan awan di langit DIY.
Wilayah yang perlu mewaspadai curah hujan tinggi adalah Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Sleman.
Kepala Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menambahkan bahwa wilayah Sleman dan Kulon Progo berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada dasarian II dan III April.
Meskipun wilayah Bantul relatif aman dari curah hujan ekstrim, sebagai daerah hilir tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap banjir kiriman.
Selain itu, BMKG juga mengimbau kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor, khususnya di wilayah perbukitan Gunung Kidul seperti Semin, Paliyan, dan Playen.
Puncak hujan diperkirakan terjadi pada Minggu, 13 April 2025, dengan risiko aliran lahar dingin di lereng Merapi serta banjir di hilir.
Liputan : Rendy Satrio Prabowo



