Surabaya, Proliman News – Semangat terus Timnas Indonesia U-19 ! Torehkan sejarah membanggakan untuk Tanah Air tercinta.
Dalam pertandingan semifinal melawan Malaysia, pelatih Indonesia Indra Sjafri menurunkan pasukan andalan di lini depan yakni Arkhan Kaka dan Jens Raven.
Mereka ditopang barisan gelandang yang terdiri dari Figo Dennis, Muhammad Kafiatur Rizky, dan Welber Jardim.
Lini Belakang diisi Kadek Arel Priyatna, Muhammad Alfharezzi Buffon, dan Dony Tri Pamungkas, Muhammad Mufli Hidayat, serta Muhammad Iqbal Gwijangge. Posisi kiper dipercayakan kepada Ikram Algiffari.
Komposisi tersebut menghantarkan Tim Garuda Muda U-19 akhirnya mencatatkan sejarah di jagad sepak bola dunia. Melaju ke final meski hanya mencetak satu goal, ke gawang Malaysia Muda.
Indonesia membuat ritme pertandingan sangat agresif sejak awal bermain. Garuda Muda ini langsung menyerang saat pertandingan memasuki menit kedua.
Lemparan ke dalam yang diarahkan Mufli ke depan gawang berhasil dimanfaatkan Arkhan Kaka, tetapi melenceng dari sasaran.
Menit keenam giliran Malaysia melakukan tekanan ke gawang Indonesia dan berhasil menghasilkan sepak pojok. Namun, eksekusi sepak pojok yang dilakukan Mohammad Haykal Danish berhasil diantisipasi para pemain Indonesia.
Menit ke-13, menyusul tekanan yang dilakukan Jens Raven membuat pulang setelah mengontrol bola dengan dada. Sayang, tendangan pemain kelahiran Belanda ini diblok Danish Hakimi.
Menit ke-27, tekanan Malaysia juga menghasilkan sepak pojok. Namun, kesempatan ini berhasil dimentahkan para pemain Indonesia.
Beberapa saat kemudian, Malaysia kembali berhasil mengirim ke depan gawang. Namun, bola lebih dahulu disundul Kadek Arel untuk mengamankan gawang Indonesia.
Kesulitan menembus pertahanan Indonesia, pemain Malaysia Muhammad Shafizan mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan jarak jauh. Namun, tendangan pemain bernomor punggung 5 ini melenceng dari sasaran.
Menit ke-36, Indonesia mendapat peluang lewat lemparan ke dalam yang dilakukan Mufli. Lemparannya berhasil membuat peluang di muka gawang dan disundul Raven.
Namun, sundulannya belum menembus jala gawang Malaysia. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua pelatih Indra Sjafri melakukan pergantian pemain. Dia memasukkan M Riski Afrisal dan Arlyansyah Abdulmanan.
Menit ke-48, Indonesia memiliki peluang ketika Jens Raven berhasil merangsek ke kotak penalti lawan. Namun, penyerang kelahiran Belanda terjatuh dan wasit tak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Menit ke-54, Riski berhasil melepaskan tendangan tepat ke gawang Malaysia. Namun, sepakannya berhasil diredam kiper Malaysia.
Tak berapa lama Malaysia berhasil melakukan serangan balik. Namun, upaya mereka berhasil digagalkan pemain belakang Indonesia.
Menit ke-63, Indonesia pendapat peluang. Upaya Indonesia berhasil membongkar pertahanan Malaysia. Dony Tri Pamungkas kemudian melepaskan tendangan, tetapi diblok pemain Malaysia.
Menit ke-72, Indra Sjafri mengganti Muhamad Kafiatur dengan Toni Firmansyah. Tak berapa lama kemudian, Indonesia kembali membuat peluang. Beberapa kali Indonesia melepaskan tendangan ke gawang, tetapi selalu diblok pemain Malaysia. Menit ke-74, Toni Firmansyah juga berhasil melepaskan tendangan ke gawang, tetapi lewat di atas mistar.
Indonesia akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-77. Tekanan yang dilakukan Indonesia berhasil membuat kemelut di depan gawang.
Iqbal Gwijangge kemudian melepaskan tendangan ke gawang, tetapi membentur gawang Malaysia. Bola pantulan dimanfaatkan Buffon untuk kembali melepaskan tendangan dan menjebol gawang Malaysia.
Malaysia tidak lantas menyerah begitu saja setelah kebobolan. Mereka terus berupaya membuat gol balasan. Namun, hingga pertandingan usai mereka gagal mencetak gol.
Indonesia tetap unggul 1-0 hingga pertandingan usai dan melaju ke final bertemu Thailand.
Ini merupakan final kedua bagi Indonesia setelah menjadi juara pada 2013. Saat itu mengangkat piala setelah di final menundukkan Vietnam lewat adu penalti.



