Masuk IDX Carbon PT Pandu Wijaya Negara Yogyakarta Gencar Ajak Semua Pihak Serap Emisi Karbon

PT Pandu Wijaya Negara (PWN) Yogyakarta kian gencar melakukan promosi pentingnya semua pihak melakukan penyerapan emisi karbon yang dikeluarkannya.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – PT Pandu Wijaya Negara (PWN) Yogyakarta kian gencar melakukan promosi pentingnya semua pihak melakukan penyerapan emisi karbon yang dikeluarkannya.

Terutama sosialisasi penyerapan emisi karbon berbasis alam natural atau Natural Base Solution dengan menanam tanaman hutan penghasil energi pohon nyamplung (calophylium).

“Karena PT PWN konsentrasinya di pembibitan, pesemaiain, hingga buah nyamplung. Itu solusi perubahan iklim global yakni sebagai transisi energi dan decarbonisasi,” ujarnya.

Melalui pesan singkatnya, Edi Supriyanta, mengajak semua komponen masyarakat bersama menarasikan bahwa Bursa Karbon Indonesia sebagai poros bursa karbon dunia berbasis alam atau Natural Base Solution dengan menanam tanaman hutan penghasil energi nyamplung (calophylium).

“Bukan hanya ke kalangan industri atau pertambangan, perkantoran, rumah sakit tetapi juga perorangan. Semua punya kewajiban menyerap emisi karbon yang dikeluarkan,”lanjut Edi Supriyanta Direktur PT PWN Yogyakarta, Selasa (21/1/2025).

Gencarnya sosialisasi penanaman tanaman hutan penghasil energi tersebut dilakukan juga karena PT PWN serius masuk ke Bursa Karbon Indonesia IDX Carbon.

“IDX Carbon itu tempat penjual dan pembeli untuk sertifikat karbon, dan PT PWN juga pengguna jasa IDX Carbon, ada ready stok carbon 1,7 juta ton yang bisa kita perdagangkan ke pasar internasional,”tutur Edi.

Bahkan sebelum dilaunchingnya perdagangan karbon internasional di IDX Carbon Senin 20 Januari 2025 lalu pihaknya juga sudah gencar melakukan penguatan pemahaman publik tentang iklim global.

BACA JUGA  Bangunan Empat Lantai di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025) Sore Runtuh

“Karena pemerintah telah membukan perdagangan karbon internasional maka itu membanggakan. PT PWN juga telah memesan sertifikat karbon yang diotorisasi Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), sebanyak 1,7 juta ton, ” tukasnya.

Lebih lanjut Edi Supriyanta menjelskan, pohon nyamplung itu memiliki potensi serapan carbon emisi yang sangat besar.

Sementara itu nyamplung juga memiliki fungsi transisi energi sebagai bioenergi yang sangat berguna bagi kehidupan melalui agro forestry dan bioenergi serta carbonizasasi.

“Maka pembukaan perdagangan karbon internasional sendiri merupakan moment suport dan memberi peluang besar yang sangat positif,” lanjutnya.

Ia memperjelaskan bahwa perusahaannya dua tahun terakhir ini telah membuat persemaian bibit nyamplung varietes unggul, baik di Sleman, Gunungkidul dan tempat lain. Target tahun ini sajaada sekitar 150 ribu bibit nyamplung.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *