Pekalongan, Proliman News – Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berduka. Puluhan orang meninggal, tiga orang masih hilang diterjang tanah longsor.
Data terkini dari Pekalongan, Jawa Tengah, dipastikan 16 orang meninggal 10 orang luka-luka dan tiga orang masih hilang.
Tanah longsor terjadi di Desa Kesimpar dan Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (20/1/2025) sore.
Yang paling menyedihkan, hingga kini tiga orang anak Kodir, belum ditemukan dan masih tertimbun longsoran.
Ada 5 orang di rumah Kodir, Sudarni istrinya dan 3 anaknya. Kodir dan Sudarni selamat, namun 3 anaknya tertimbun longsoran yakni Inawati (23), Afkar (4) dan Abyaz (1).
Demikian diceritakan oleh Camat Petungkriyono Hadi Surono, Selasa (21/1/2025).
Kemungkinan jumlah korban tanah longsor di Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah masih akan bertambah karena ternyata banyak warga luar wilayah yang ikut tertimbun.
Mereka adalah warga dari sejumlah desa lain yang sedang mancing, berteduh karena hujan lebat atau tengah melintas di wilayah longsor.
“Ada pemancing, ada orang berteduh terseret banjir, dan kena longsor, semuanya di Petungkriyono,” ujarnya ketika diminta konfirmasinya.
Korban yang mengalami luka berat segera dibawa ke RSUD Kajeng, sementara korban luka ringan dirawat di Puskesmas Petungkriyono.
Akibat longsor dan banjir bandang ini kondisi terparah berada di Desa Kasimpar.
Akses menuju lokasi sangat sulit ditembus sebab mobil belum bisa masuk hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Sementara di Desa Kasimpar jembatan terputus akibat diterjang banjir dan hujan deras.
Jembatan putus itu mengakibatkan jalur lumpuh untuk kendaraan roda 2 maupun roda 4, hanya bisa sampai Desa Kayupuring, Dukuh Tembelan.
Sementara untuk menuju ke arah Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono belum bisa jangkau.
Liputan : Wawan Mahyudin



