Yogyakarta, Proliman News – Satu lagi, pemain bola kelas dunia berdarah priangan, siap bergabung dengan Timnas U-23.
Namanya, Mauro Zijlstra, pemain bongsor berusia 19 tahun ini bahkan menempati Top Skor Nomor Dua Liga Belanda.
Saking kepinginnya bergabung dengan Timnas U-23, ia bahkan sampai memohon – mohon untuk dinaturalisasi, sesegera mungkin.
Karena ia ingin menyumbangkan ketrampilannya bermain sepal bola untuk negeri nenek moyangnya.
Penyerang andal di Liga Belanda ini melalui unggahan di media sosial, bahkan minta dihubungkan dengan PSSI agar bisa membela Timnas Indonesia.
Penyerang berdarah Bandung ini tercatat baru saja pindah ke FC Volendam U-21 di Divisi 2 Liga Pemain Muda U-21 Belanda.
Mauro Zijlstra mengaku siap memperkuat Timnas Indonesia. Mauro Zijlstra mengku sempat masuk daftar penyerang yang diincar PSSI untuk dinaturalisasi agar bisa membela Timnas Indonesia.
Bahkan Mauro Zijlstra mengaku sempat dikontak oleh seseorang terkait peluang dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia.
“Aku pernah ada kontak, aku masuk list pemain striker yang mereka inginkan jadi aku ada di list mereka dan mereka interest,” ujar Mauro Zijlstra dikutip dari channel YouTube, Yussa Nugraha pada Sabtu (22/6/2024).
Namun penyerang berusia 19 tahun ini mengungkapkan belum ada pembicaraan secara resmi soal proses naturalisasi.
Ia berharap, Fardy Bachdim yang menjadi jembatan pemain keturunan untuk dinaturalisasi selama ini bisa menghubungkannya dengan PSSI.
Apalagi, Mauro Zijlstra percaya diri dengan statistik yang ditunjukkannya musim lalu bersama NEC Nijmegen U-21.
Pada musim lalu, Mauro Zijlstra mencetak delapan gol dan satu assist untuk NEC Nijmegen U-21 di Divisi 2 Liga Pemain Muda U-21 Belanda.
Dengan catatan tersebut, Mauro Zijlstra menjadi top skor nomor 2 di Divisi 2 Liga Pemain Muda U-21 Belanda musim lalu.
“Dia (Fardy) bukan agenku secara resmi tapi tentunya dia bisa bantu aku untuk menghubungan juga dengan PSSI,” katanya.
Ia juga mempertontonkan reputasinya selama menjalani laga usia 21 tahun di Belanda.
“Aku punya statistik yang bagus dan menjalani musim yang bagus. Aku pikir aku bisa bermain di sana kalau mereka undang aku. Aku pikir aku juga pemain yang menarik untuk dipantau,” ucapnya.
Selain itu, dia mengungkapkan PSSI tidak harus mengundangnya langsung ke Jakarta untuk membahas soal naturalisasi. PSSI, bisa menyaksikan kemampuannya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
“Mereka enggak harus langsung undang aku, mereka bisa nonton aku dulu kalau mereka mau dan aku sangat terbuka,” ujarnya.
Mauro Zijlstra menyebut PSSI tidak perlu terburu-buru untuk menaturalisasinya. Pasalnya, semakin bertambahnya usia dan pengalaman bermain di level tinggi, maka kemampuannya pun akan semakin bertambah.
“Aku pikir akan lebih ideal lagi jika bermain untuk Indonesia karena sudah memiliki level sepak bola professional senior kita akan lihat kedepannya,” tambahnya.



