Mengibarkan Bendera One Piece Ekspresi Warga Bercanda atau Gerakan Melawan Pemerintah

Tetapi aksi ini juga bisa menjadi bahan perenungan bagi pemerintah Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming, agar segera melakukan komunikasi efektif dan mengobarkan semangat ke-Indonesiaan.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT) RI ke-80, marak pemasangan Bendera One Piece.

Ini sebuah lelucon atau ini gerakan perlawanan terhadap apa yang dilakukan pemerintah ?

Kita menyaksikan Bendera One Piece banyak dipasang di depan rumah, di pinggri jalan di tempat-tempat umum , kendaraan pribadi, hingga bokong bak truk.

Bendera One Piece berwarna hitam bergambar tengkorak dan topi jerami khas anime One Piece adalah lambang perlawanan terhadap penguasa yang menindas.

Bendera bajak laut tersebut menjadi salah satu simbol paling ikonik dalam dunia anime dan manga.

Bendera bergambar tengkorak khas bajak laut, dikenal sebagai Jolly Roger milik kru Topi Jerami dalam serial anime One Piece, bukan sekadar hiasan atau bentuk fandom.

Bendera itu merupakan simbol perlawanan rakyat terhadap kebijakan pemerintah yang menindas.

Di tangan sebagian masyarakat, hari ini, bendera ini dijadikan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, penindasan, serta kritik atas kondisi sosial dan politik tanah air.

Di sejumlah unggahan warga net yang beredar, mereka menyebut bahwa pengibaran Bendera One Piece merupakan bentuk sindiran sekaligus kritikan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Sebab, selama ini kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran dianggap tidak berpihak kepada rakyat, terutama rakyat kecil.

“Di cerita One Piece, Pemerintah selalu menarik upeti dari rakyatnya, tapi sangat sedikit ngasih timbal balik,” tulis akun Instagram @nafa***.

BACA JUGA  Polres Kulon Progo Berbagi Takjil di Simpang Lima Karangnongko Wates Kamis (6/3/2025)

Fenomena ini mencuat setelah imbauan dari Presiden Prabowo yang meminta masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang bulan Agustus.

Namun, beberapa warganet menanggapinya dengan cara berbeda.

Mereka memilih memasang bendera One Piece sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil dan mencerminkan ketimpangan.

Pengibaran Bendera One Piece itu pun dimaknai sebagai sindiran tajam terhadap penguasa.

Selain menggambarkan kegelisahan atas berbagai persoalan bangsa, aksi ini sekaligus menyuarakan harapan akan hadirnya keadilan dan perubahan.

Sejumlah warga net lain dalam banyak unggahannya mengecam aksi pengibaran Bendera One Piece, sebagai bentuk perlawanan tidak mendasar.

Karena pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming baru berlangsung 100 hari lebih sedikit, belum juga genap setahun. Tetapi mereka membuat kesimpulan pemerintahan ini tidak adil ataiu dzalim.

Sepertinya ini merupakan kekecewaan Pilpres 2024 yang belum juga hilang dari hati dan pikirian mereka, sehingga berbuah pengibaran Bendera One Piece.

Tetapi aksi ini juga bisa menjadi bahan perenungan bagi pemerintah Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming, agar segera melakukan komunikasi efektif dan mengobarkan semangat ke-Indonesiaan.

Merdeka !

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *