Yogyakarta, Prolimannews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) saat ini masih mengalami kekurangan sekitar 18 hingga 20 juta ton. Kekurangan ini terjadi dari total target kebutuhan batu bara nasional yang mencapai 154 juta ton untuk tahun 2026.
Hingga saat ini, PLN dilaporkan baru berhasil mengontrak sebanyak 134 juta ton batu bara guna memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Bahlil, kendala utama dalam pemenuhan target ini bukan disebabkan oleh kelangkaan jumlah batu bara secara keseluruhan di dalam negeri. Melainkan, tantangan tersebut ada pada terbatasnya ketersediaan batu bara dengan jenis kalori medium (medium calorie), yang merupakan spesifikasi khusus yang sangat dibutuhkan oleh sejumlah pembangkit listrik strategis milik PLN.
Meski tengah menghadapi defisit pasokan puluhan juta ton, pemerintah bergerak cepat untuk menenangkan masyarakat. Bahlil memastikan bahwa kondisi kelistrikan nasional saat ini masih berada dalam status aman, dan ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh agar tidak terjadi kebijakan pemadaman listrik bergilir yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun industri.
Guna mengatasi masalah ini secara cepat dan tepat sasaran, pemerintah telah resmi membentuk sebuah tim khusus. Tim ini mengintegrasikan berbagai instansi lintas sektor, mulai dari PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Inspektorat Jenderal, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Tim khusus tersebut ditugaskan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh proses pengadaan batu bara, sekaligus memastikan rantai pasok energi primer bagi pembangkit listrik nasional tetap terjaga dengan aman hingga akhir tahun.
Liputan: Galang Andika Pratama



