Nelayan Hilang di Pantai Baru Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Pandansimo

Tim SAR mengevakuasi jenazah nelayan yang dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan laut. (Foto: Humas SAR DIY)
Tim SAR mengevakuasi jenazah nelayan yang dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan laut. (Foto: Humas SAR DIY)

Bantul, Proliman News – Seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang usai perahu yang ditumpanginya terbalik dihantam gelombang besar di kawasan Pantai Baru, Srandakan, Bantul, akhirnya ditemukan pada Kamis (14/5/2026). Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tim SAR melakukan pencarian sejak sehari sebelumnya.

Jasad korban yang diketahui bernama Riza Setya Kurniawan (30), warga Proketen, Trimurti, Srandakan, Bantul ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB di area Pantai Pandansimo, tepatnya di depan Kampung Nelayan Merah Putih, Dusun Ngentak.

Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, mengatakan korban ditemukan saat tim SAR DIY melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

“Korban ditemukan oleh personel SAR yang tengah melakukan pencarian di kawasan pesisir Pantai Pandansimo,” ujar Rita dalam keterangan resminya.

Dua anggota SAR DIY, Sarjiman (58) dan Arjuna (40), menjadi pihak pertama yang menemukan tubuh korban. Lokasi penemuan disebut tidak terlalu jauh dari titik awal perahu terbalik pada Rabu siang (13/5/2026).

Usai menerima laporan penemuan, aparat gabungan dari Polsek Srandakan, Sat Polairud, Basarnas, tim Inafis Polres Bantul, hingga tenaga medis Puskesmas Srandakan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal yang dilakukan dokter dari Puskesmas Srandakan bersama tim identifikasi kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban diperkirakan telah meninggal lebih dari 12 jam dan tidak ditemukan indikasi penganiayaan,” jelas Rita.

BACA JUGA  Kasus Penganiayaan Hingga Merenggut Nyawa Usai Pesta Miras Gegerkan Bantul

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak melakukan autopsi. Keluarga juga menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum atas insiden itu.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, disaksikan perangkat wilayah setempat.

Dengan ditemukannya Riza, proses pencarian seluruh korban kecelakaan laut itu resmi dinyatakan selesai.

Sebagai informasi, peristiwa kecelakaan air ini bermula saat sebuah perahu nelayan yang baru kembali melaut hendak merapat ke Pantai Baru pada Rabu sekitar pukul 12.30 WIB.

Ketika posisi perahu mendekati bibir pantai, ombak besar datang dari arah belakang dan menghantam badan perahu hingga terbalik. Dua awak kapal berhasil menyelamatkan diri dari terjangan ombak, yakni AA (29), warga Mancingan, Parangtritis, serta DNC (23), warga Klatak, Gadingsari, yang diketahui bertugas sebagai tekong perahu.

Sementara Riza terseret arus dan sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan sehari kemudian.

Atas kejadian ini, polisi kembali mengingatkan nelayan dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca di kawasan pesisir selatan Yogyakarta yang dikenal memiliki gelombang tinggi dan arus kuat.

Masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika guna mengurangi risiko kecelakaan laut di wilayah pantai selatan.

Liputan: Tim Redaksi

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *