Jakarta, Proliman News — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), resmi mulai berkantor di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). Agenda utama pada hari pertama kepemimpinannya berfokus pada percepatan penyusunan jajaran pengurus (formatur) agar roda organisasi dan program strategis NU dapat segera berjalan penuh.
Kedatangan Pengasuh Pesantren Tebuireng tersebut disambut hangat oleh jajaran staf PBNU dengan lantunan shalawat. Dalam konsolidasi awal ini, Gus Kikin didampingi oleh H. Asrorun Niam Sholeh dan H. Gudfan Arif Ghofur.
Gus Kikin menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan baru merupakan langkah krusial. Dalam proses penentuan formatur, PBNU memadukan kriteria kompetensi kader dengan tradisi spiritualitas Jam’iyyah.
”Kami ingin memastikan struktur pengurus yang terbentuk benar-benar mumpuni, berpihak kepada umat, serta memberi manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, pendekatan rasional dan tradisi istikharah tetap kita pegang teguh agar mendapat ridha Allah SWT,” ujar Gus Kikin.
Meskipun hari pertama diisi dengan silaturahmi internal dan ramah tamah, Gus Kikin menargetkan proses penyusunan formatur dapat rampung lebih cepat. Kepengurusan yang solid dan inklusif menjadi fondasi utama PBNU periode 2026–2031 dalam merealisasikan berbagai agenda prioritas, seperti kemandirian ekonomi warga nahdliyin, penguatan tata kelola kelembagaan, dan peningkatan kualitas SDM.
Liputan: Galang Andika Pratama



