Lebih Dekat dengan Masyarakat, Gebyar PKK Temanggung Tembus Omzet Rp 35,9 Juta dan Hadirkan Layanan Inklusif

Lebih Dekat dengan Masyarakat, Gebyar PKK Temanggung Tembus Omzet Rp 35,9 Juta dan Hadirkan Layanan Inklusif. (Foto/Dok)

Temanggung, Proliman News — Suasana kawasan City Walk Temanggung tampak semarak dan penuh antusiasme pada Jumat (4/9/2026) pagi. Tim Penggerak Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Temanggung menggelar agenda rutin Gebyar PKK, sebuah wadah kolaboratif yang mengombinasikan pemberdayaan ekonomi UMKM lokal serta integrasi pelayanan publik terpadu bagi warga.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan senam sehat bersama yang diikuti jajaran pengurus PKK, instansi Pemkab, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Selain untuk menjaga kebugaran, kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi terbuka yang inklusif, ramah, dan humanis antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Layanan Terpadu Gratis dan Aksesibilitas Inklusif
Tidak hanya menyajikan bazaar produk lokal, Gebyar PKK kali ini menghadirkan berbagai stan pelayanan publik yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Temanggung membuka stan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) gratis untuk pembuatan dan pembaruan dokumen warga.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Temanggung menyediakan layanan fisioterapi gratis. Menariknya, acara ini juga menghadirkan layanan jasa pijat tradisional yang dilayani langsung oleh siswa-siswi disabilitas netra dari Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Penganthi Temanggung, memberi ruang apresiasi dan kemandirian bagi kaum disabilitas.

Ketua TP PKK Kabupaten Temanggung, Panca Dewi Agus Setyawan, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat secara praktis dan terintegrasi di satu lokasi.

“Gebyar PKK bukan sekadar gebyar acaranya, tetapi gebyar manfaatnya. Kami ingin masyarakat datang mendapatkan pelayanan, pulang membawa manfaat, dan merasakan bahwa pemerintah bersama PKK benar-benar hadir di tengah mereka,” ujar Panca Dewi saat ditemui di lokasi acara.

Ia menambahkan bahwa integrasi layanan di satu tempat merupakan langkah nyata menghadirkan pemerintah yang responsive terhadap kebutuhan warga.

“Karena pelayanan publik harus semakin dekat dengan masyarakat. Jangan sampai masyarakat harus datang ke banyak tempat hanya untuk mendapatkan layanan yang berbeda. Melalui Gebyar PKK, kami mencoba mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan itu bisa dilakukan dengan suasana yang lebih santai, ramah dan humanis,” jelasnya.

Bagi TP PKK Kabupaten Temanggung, tolak ukur keberhasilan acara tidak dinilai dari seberapa megah seremonial yang digelar, melainkan dari manfaat konkrit yang dibawa pulang oleh warga.

“Ukuran keberhasilan kami bukan seberapa ramai acaranya, tetapi seberapa banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat. Kalau ada warga yang dokumennya menjadi lengkap, ada yang mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, atau pelaku UMKM mendapatkan pelanggan baru, berarti kegiatan ini memberikan dampak,” tegas Panca Dewi.

Perputaran Ekonomi UMKM Tembus Rp 35,9 Juta
Selain pemenuhan pelayanan publik, Gebyar PKK menjadi panggung utama menggeliatnya perekonomian warga. Sebanyak 36 stand UMKM meramaikan acara, terdiri dari 26 stand di tenda utama dan 10 stand di tenda portable.

Para pelaku usaha menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan—baik hasil bumi segar maupun produk olahan—hingga aneka kreasi produk UMKM dan kuliner khas buatan masyarakat setempat.

Sekretaris TP PKK Kabupaten Temanggung, Andina, mengungkapkan bahwa dari hasil pendataan dan evaluasi harian, capaian nilai transaksi ekonomi pada pelaksanaan kali ini sangat memuaskan.

“Omzet transaksi harian dalam Gebyar PKK hari ini berhasil menembus angka Rp 35.967.000,” pangkas Andina.

Andina menjelaskan bahwa TP PKK secara konsisten mendata jumlah omzet dari setiap stand pada akhir acara untuk bahan evaluasi berkala. Evaluasi tersebut mencakup analisis tren penjualan bulanan, identifikasi aspek kekurangan dan kelebihan, serta penyusunan strategi perbaikan untuk penyelenggaraan Gebyar PKK pada bulan-bulan berikutnya agar dampak ekonominya terus meningkat secara berkelanjutan.

Liputan: Nadhifa Zara

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Eduwisata Wanadelima Orchad Kulon Progo Masih Gelar Beli Petik Sendiri Melon Sweet Hami dan Sunset Bliss

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *