Kulon Progo, Proliman News – Paska turunnya surat tugas dari DPP PDIP kepada Novida Kartika Hadhi dan Yusron Martofa sebagai bacabup/bacawabup dari PDIP, terjadi gejolak di massa bawah PDIP.
Penolakan terhadap pasangan Novida Kartika Hadhi – Yusron Martofa begitu kuat di massa bawah PDIP yang direpresentasikan oleh PAC PDIP Kulon Progo.
Dua PAC PDIP di Kulon Progo bahkan secara resmi telah mengirimkan surat penolakan pasangan Novida Kartika Hadhi – Yusron Martofa ke DPC PDIP Kulon Progo.
Dua PAC PDIP tersebut yakni PAC PDIP Kapanewon Pengasih dan Kapanewon Sentolo.
Ketika dikonfirmasi, kedua Ketua PAC tersebut membenarkan bahwa memang telah mengirimkan surat penolakan ke DPC PDIP Kulon Progo.
“Ya, memang benar kami, PAC Kapanewon Pengasih mengirimkan surat penolakan terhadap pasangan yang menerima surat tugas tersebut,” jawab Sigit Hardianto, Ketua PAC PDIP Kapanewon Pengasih saat dihubungi pagi ini (Sabtu, 3/8/2024) melalui sambungan telepon
Tetapi menurut Sigit Hardianto, yang ditolak oleh massa bawah PDIP cawabupnya yakni Yusron Martofa. Bukan Cabupnya yakni Novida Kartika Hadhi.
Ada alasan-alasan tertentu kenapa menolak cawabup Yusron Martofa, tetapi untuk menjaga etika alasan penolakannya tidak boleh diungkapkan kepada publik.
“Ga etis kalau diceritakan karena ini juga menyangkut birokrasi,” ujarnya
Sebelumnya PAC DPIP Kapanewon Sentolo juga telah mengirimkan surat serupa ke DPC PDIP Kulon Progo.
Ketua PAC Kapanewon Sentolo, Sukadianto juga menyatakan bahwa yang ditolak bukan cabupnya, namun cawabupnya.
“Kami bukan menolak NKH, namun pasangannya yakni Mas Yusron sebagai cawabup,” ungkapnya
Lebih lanjut dia juga mengungkapkan secara terbuka alasan penolakannya tertulis dalam surat yang dikirim ke DPC PDIP Kulon Progo.
“Selama ini Mas Yusron tidak melakukan konsolidasi ke PAC sampai tingkat ranting, sehingga banyak dari massa PDIP tidak mengenalnya,” tuturnya
Alasan lain kenapa menolak Yusron Martofa adalah bahwa akar rumput PKB juga tidak menginginkannya, padahal PKB di Kapanewon Sentolo suaranya lebih besar dari PDIP.
Dilihat dari segi geografis bahwa pasangan tersebut hanya merepresentasikan dari wilayah Kulon Progo bagian selatan.
Pernyataan Ketua PAC Sentolo ini juga diamini oleh sekretaris PAC Kapanewon Sentolo, Suyani.
“Yang kita tolak cawabubnya Pak Yusron, kalau NKH kita dukung,” pungkasnya dengan tegas.
Menanggapi munculnya surat penolakan dua PAC PDIp tersebut Cawabup Yusron Martofa melalui sambungan telpon mengatakan, bahwa dirinya hanya menjalankan tugas dari DPP PDIP sebagaimana tertera dalam surat tugas yang diterimanya.
“Saya menjalankan surat tugas DPP PDIP untuk melakukan konsolidasi dari semua struktur di semua tingkatan,” ujarnya tegas.
Yusron Martofa mengungkapkan, jika kemudian ada yang mengusulkan dan ada yang menolak hal itu merupakan dinamika politik yang sangat wajar.
“Ada yang mengusulkan, ada yang menolak menurut saya adalah dinamika politik yang sangat wajar,” tambahnya.
Ia menyatakan, pihaknya tidak akan menanggapinya secara berlebihan namun semuanya akan dicatat untuk selanjutnya ke DPP PDIP sebagai pemegang otoritas atas surat tugas yang diterimanya.
Liputan : Hari Sutanto / Suyono Sugondo



