Paham Masalah Kesehatan Warga Jakarta Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Dukung Sudirman Said Maju Cagub

Mantan menteri ESDM, Sudirman Said ternyata merupakan figur yang sangat peduli terhadap problem layanan kesehatan dan jaminan kesehatan bagi warga Jakarta.(foto/ist)

Jakarta, Binangun News – Mantan menteri ESDM, Sudirman Said ternyata merupakan figur yang sangat peduli terhadap problem layanan kesehatan dan jaminan kesehatan bagi warga Jakarta.

“Terutama problem sulitnya mengkases layanan kesehatan dan jaminan kesehatan bagi warga Jakarta,” ujar Agung Nugroho Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, di kantornya Pejaten Barat, Pasar Minggu.

Karena layanan dan jaminan kesehatan adalah hak setiap warga negara, termasuk warga Jakarta.

Di sektor inilah, Sudirman Said selama ini bahkan secara ikhlas tanpa pamrih terus membantu warga Jakarta yang kesulitan dalam mengakses hak layanan kesehatan dan jaminan kesehatan, lanjutnya.

“Oleh karena itulah Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia memberi dukungan penuh Sudirman Said maju sebagai Calon Gubernur Jakarta,” tegas Agung Nugroho.

Agung Nugroho menyampaikan hal itu, usai menerima kedatangan Sudirman Said di kantornya untuk melakukan diskusi tukar pendapat terkait problem dan program kesehatan warga Jakarta.

Agung menjelaskan Sudirman Said menyambangi kantor Rekan Indonesia tidak lebih hanya ingin silaturahmi dan sharring tentang kondisi dan situasi kesehatan di Jakarta.

“Kehadiran Sudirman Said ini silaturahmi karena saya adalah teman sepejuangan, teman sharring terkait kesehatan di Jakarta,” tuturnya.

Agung Nugroho membeberkan, Sudriman Said sangat paham dengan problem kesehatan warga Jakarta. Bukan hanya paham masalahnya, ia selama ini bahkan sudah bergerak untuk memberi solusi.

BACA JUGA  Sidang Korupsi Bupati Cilacap Ungkap Alokasi THR Ratusan Juta ke Pejabat Forkopimda

“Sudirman said paham benar bahwa preventif dan promotif kesehatan itu sangat penting untuk dibangun serius, karena ini merupakan investasi kesehatan warga Jakarta,” ungkap Agung.

Agung menyatakan selama ini Jakarta hanya berfokus pada pelayanan kuratif dan rehabilitatif saja, sementara preventif dan promotif tidak serius dibangun.

Senafas dengan Rekan Indonesia, Sudriman Said sepakat bahwa preventif dan promotif kesehatan harus dibangun bersama partisipasi aktif warga Jakarta.

“Sudirman said bahkan mendorong warga Jakarta untuk membentuk sebanyak-banyaknya organisasi guna mendeteksi dan menginvetarisir masalah yang ada dan memetakan solusi guna memecahkan masalah tersebut,” papar Agung.

Agung menambahkan, jika Sudirman Said kelak terkabul jadi Gubernur Jakarta, pemerintahannya akan memfasilitasi semua usulan solusi pemecahan masalah warga Jakarta.

Agung juga mengungkapkan, sosok Sudirman Said juga sangat paham bagaimana stunting dapat ditekan angkanya dengan efektif.

Apalagi pada tahun 2022 saja prevalensi balita stunting di Jakarta masih cukup tinggi, yakni 14,8 persen.

Sementara dari September –  Oktober 2023 di Jaksel saja angka anak bermasalah dengan gizi cukup besar, di wilayah ini 1.225 anak bermasalah gizi.

Ia juga paham bahwa pencegahannya harus dari sejak pra nikah. Dimana calon ibu mendapatkan edukasi bagaimana menjaga keseimbangan makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

“Jadi bukan hanya saat hamil, bahkan sebelum menikah harus diedukasi. Makanya penting pembangunan preventif dan promotif kesehatan yang berbasis partisipasi aktif warga sehingga setiap warga bisa menjadi penyuluh bagi warga lainnya, ” kata Agung Nugroho kepada pers.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *