Muhtarom Asrori : Sejumlah Klub Keluhkan Tingginya Iuran Kompetisi Devisi Utama Askab PSSI Kulon Progo

Jelang digelarnya kompetisi Devisi Utama oleh Askab PSSI Kulon Progo, muncul keluhan mahalnya iuran pelaksanaan yang harus ditanggung klub.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Jelang digelarnya kompetisi Devisi Utama oleh Askab PSSI Kulon Progo, muncul keluhan mahalnya iuran pelaksanaan yang harus ditanggung klub.

“Sejumlah klub devisi utama menyampaikan keluhan kepada kami, soal mahalnya iuran pelaksanaan kompetisi devisi utama oleh Askab PSSI. Ini masalah,” kata Anggota DPRD Fraksi PAN Kulon Progo, Muhatarom Asrori, Minggu (30/6/2024).

Kenapa masalah ini selalu muncul setiap menjelang kompetisi. Kenapa soal masalah ini tidak pernah ada solusinya sepanjang tahun ?

Muhtarom Asrosi menyatakan, bahkan keluhan sejumlah klub tersebut bukan hanya mahal tetapi sangat mahal.

“Bukan hanya mahal.  Ada beberapa klub devisi utama yang menyampaikan kepada kami bahwa kompetisi devisi utama saat ini sangat mahal iuran pelaksanaannya,” ujarnya.

Karena semua biaya kompetisi di bebankan kepada peserta klub devisi utama. Jadi Askab PSSI Kulon Progo seolah – olah hanya seperti panitia pelaksana.

“Aneh kan? Masak tidak bisa mencari sponsor untuk kompetisi sekelas pertandingan klub devisi utama sih ? Aneh kan ?” tandasnya.

Sementara beban klub peserta kompetisi devisi utama jauh lebih banyak, dan itu tidak sebanding dengan hasil dari uang pembinaan ketika mendapatkan juara.

“Sekelas Askab PSSI Kabupaten masak tidak bisa cari sponsor, kan aneh,” gerutunya.

Sponsor itu penting, karena dengan sponsor beban biaya kompetisi yang di tanggung oleh klub akan menjadi ringan, lanjut Muhtarom Asrori.

BACA JUGA  Presiden Nusantara United FC El Rumi Perkenalkan Team dan Jersey Jelang Liga 2 di Boyolali

“Itu juga kalau Askab PSSI Kulon Progo punya cita – cita  klub bola di Kulon Progo berkembang dengan baik, “ sindirnya.

Selain itu Askab PSSI juga harus punya rancangan untuk menggelar kompetisi kelompok umur agar ada regenerasi sepak bola di Kulon Progo. Tidak hanya kompetisi Devisi utama, devisi satu dan dua.

“Kalau hanya itu kapan Kulon Progo punya klub bola yang bisa membanggakan nama Kulon Progo,” ujarnya politisi yang juga pemerhati sepak bola ini.

Ia mengatakan, sejauh ini kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas pengurus Askab PSSI Kulon Progo belum muncul, agar Kulon Progo memiliki tim kebanggan.

“Padahal hasil kerja mereka sangat ditunggu-tunggu, apa hasilnya kompetisi selama ini. Kenapa tidak ada tim kebanggaan Kulon Progo. Ini yang ditunggu-tunggu,” lanjutnya.

Sehingga agenda kompetisi sekelas devisi utama itu tidak hanya terlaksana kompetisi.

“Sudah biaya yang di bebankan klub peserta kompetisi sangat mahal, kompetisi tidak ada hasilnya, agenda pembinaan tidak punya, kacau ini,” ujarnya.

Untuk memecahkan masalah ini, sponsor sangat diperlukan. Kreatifitas Askab PSSI mencari sponsor diperlukan, guna meringankan peserta.

“Ini sama sekali tidak ada kreatifitas sama sekali, untuk menggali sponsor. Kreatifitas Askab PSSI mencari sponsor diperlukan. Ini blas, tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *