Pedagang Soroti Minimnya Fasilitas Transportasi Publik di Pasar Johar

DONOR DARAH: Sejumlah pedagang dan masyarakat Semarang mendonorkan darah di Pasar Johar Selatan lantai 3. (Foto/Dok)

SEMARANG, Prolimannews – Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) Jawa Tengah Soewanto menyoroti minimnya fasilitas transportasi publik yang melewati Pasar Johar dan Kanjengan.

Soewanto mengatakan hal ini di sela acara Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Pasar Johar Selatan lantai 3, Senin (29/6). Kegiatan hasil kerja sama dengan Polrestabes Kota Semarang ini diikuti sekitar 200 pendonor darah di Kota Semarang.

Di Pasar Johar sebenarnya telah ada halte baru. Namun halte tersebut seakan tidak berfungsi bus Trans Semarang tidak memfungsikan halte tersebut. Pedagang maupun pengunjung Pasar Johar sendiri juga tidak banyak tahu di mana pemberhentian bus Trans Semarang saat hendak pergi ke pasar legendaris Kota Semarang ini.


Pascakebakaran, menurut Suwanto, Pasar Johar dan Kanjengan belum bisa seramai dulu. Padahal Pasar Johar ini merupakan bangunan bersejarah kebanggaan Kota Semarang yang dulu bisa menjadi sentra perdagangan terbesar di Jawa Tengah.

Soewanto juga berharap Pemkot Semarang menambah jalur-jalur baru Trans Semarang yang melewati semua pasar di Kota Semarang. “Bukan hanya Johar yang dilewati Trans Semarang,” katanya.

Sejumlah kegiatan kini tengah diupayakan pedagang untuk meramaikan kembali pasar tersebut. Pegiat pedagang Johar Yuli Eko Siswanto menuturkan, kegiatan seperti donor darah merupakan salah satu cara agar pasar kembali ramai.

BACA JUGA  Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Perintahkan Percepatan Penanganan Bencana Tanah Longsor di Desa Cibeunying

“Kita berusaha memperbanyak event untuk menarik sebanyak mungkin pengunjung ke Pasar Johar dan Kanjengan,” kata Eko.

Sejumlah terobosan yang kini dilakukan berupa pemberian lokasi gratis kepada para terapis tradisional di lantai 3 Pasar Kanjengan. Di lantai tersebut kebetulan masih banyak yang kosong dan belum banyak dikunjungi masyarakat. Dengan adanya jasa terapi tradisional tersebut diharapkan lantai tersebut bertambah ramai dan dipenuhi pedagang maupun pengunjung.

Liputan: Lawu Budiarjo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *