Pendataan Nasabah Korban BUKP Galur Terus Dilakukan Hari Ini Terdata 75 Nasabah Dengan Simpanan Sebesar Rp 3,5 Miliar

Mereka berasal dari Kalurahan Brosot, Karangsewu, Nomporejo, Banaran, Kapanewon Galur Kulon Progo, sebagai wilayah basis BUKP Galur.(foto/gomdo)

Kulon Progo, Proliman News– Paguyuban Nasabah BUKP Kulon Progo, Posko Aduan Galur terus bergerak melakukan input data nasabah korban BUKP Galur.

Dalam satu hari ini, Selasa (15/4/2025) terekap sudah masuk sebanyak 75 nasabah korban BUKP Galur yang berasal dari berbagai wilayah dengan total tabungan sebesar Rp 3,5 miliar rupiah.

Dari jumlah tersebut nasabah yang memiliki simpanan tertinggi dengan jumlah deposito Rp100 juta, dan tabungan biasa sebesar Rp 417 juta  sehingga satu nasabah ini memiliki simpanan sebesar Rp 517 juta.

Sedanga rata-rata nasabah memiliki simpanan deposito lebih besar dibanding tabungan biasa. Simpanan deposito mereka rata-rata Rp 50 juta hingga Rp 150 juta per nasabah, sedang tabungan mereka ada yang hanya Rp 1 juta.

Mereka berasal dari Kalurahan Brosot, Karangsewu, Nomporejo, Banaran, Kapanewon Galur Kulon Progo, sebagai wilayah basis BUKP Galur.

Tetapi ada juga nasabah dari Kalurahan Ngentakrejo, Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo dengan jumlah cukup banyak.

Bahkan ada yang berasal dari Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo.

Data tersebut, terus akan bertambah seiring dengan dibukanya posko aduan di Brosot, Galur, Kulon Progo dan diterjunkannya tim pendataan baik manual atau online.

Bendahara Paguyuban Nasabah BUKP Kulon Progo, Ris Ziyanto ketika dihubungi mengatakan, akan terus membuka layanan entri data secara online baik maupun pendataan secara manual hingga nanti digelar audiensi dengan DPRD DIY dan Pemprov DIY.

BACA JUGA  Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik: Saya Setuju Pengadaan Becak Listrik oleh Pemda DIY, Ini Perlu Didorong

“Ini menjadi data utama kami, dan ini riil karena dibuktikan dengan copy tabungan  serta sertifikat deposito atas nama korban,” ujarnya kepada Prolimannews.id.

Jumlah nasabah korban BUKP Galur yang hari ini sudah masuk berapa persen, Ris Ziyanto tidak bisa mengira-ira.

“Tidak bisa mengira-ira, jumlah yang masuk ini sudah berapa persen, karena berapa jumlah riilnya jumlah nasabah hanya BUKP Galur yang punya datanya,” ujarnya.

Sehingga Paguyuban Nasabah BUKP Galur juga tidak bisa memperkirakan berapa sebenarnya jumlah keseluruhan nasabah korban BUKP Galur.

Paguyuban akan menunjukkan kepada DPRD DIY dan Pemprov DIY berapa jumlah total nasabah korban BUKP Galur dan berapa jumlah tabungannya saat digelar audiensi nanti.

“Kapan audiensi,nanti kita diberitahu oleh Sekwan DPRD DIY, nggak tahu kapan,” tegasnya.

Sementara dari komunitas nasabah korban BUKP Wates,  akan resmi membuka posko aduan pada Selasa (15/4/2025) malam dan akan sekaligus berkumpul untuk membahas langkah-langkah yang akan dilakukan.

“Dimana posko aduan nasabah korban BUKP Wates, nanti akan diumumkan melalui media,” ujar Suroso salah satu nasabah korban BUKP Wates.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *