Perkuat Nasionalisme, BEM Pesantren Se-Indonesia Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Rawat Persatuan Bangsa, BEM Pesantren Se-Indonesia Gelar Nobar Piala Dunia 2026! (Foto/Dok)

Yogyakarta, Prolimannews — Pengurus Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026. Acara yang dihadiri oleh para santri, mahasiswa, serta elemen masyarakat umum ini digelar sebagai langkah nyata mempererat tali persaudaraan, persatuan, dan membakar semangat kebangsaan lewat jalur olahraga.

Selain menjadi sarana hiburan, momentum nobar ini sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi yang edukatif. Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak untuk merefleksikan nilai-nilai positif seperti sportivitas, kebersamaan, dan toleransi di tengah keberagaman bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomy Wijaya, diwakili oleh Akhib Ardiyanto selaku Bidang Kaderisasi Nasional BEM Pesantren Seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Akhib menekankan bahwa esensi Piala Dunia tidak sekadar kompetisi sepak bola di lapangan hijau. Lebih dari itu, ajang internasional ini menjadi media pembelajaran penting tentang disiplin, kerja keras, kerja sama tim, serta mental pantang menyerah demi meraih tujuan bersama.

“Lewat nobar ini, kami mengajak seluruh elemen yang hadir untuk mempererat ukhuwah serta memperkokoh persatuan bangsa. Kita bangun persahabatan tanpa sekat latar belakang organisasi, suku, daerah, ataupun tim pilihan. Perbedaan dukungan semestinya menjadi pemersatu untuk saling menghargai,” tutur Akhib.

Ia juga mengapresiasi kesadaran para peserta yang senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan lokasi selama acara berlangsung. Hal tersebut dinilai mencerminkan karakter matang generasi muda dalam merawat harmoni sosial.

BACA JUGA  Prediksi Piala Dunia 2026: Swiss vs Aljazair, Reuni Emosional Petković dan Ujian Kedisiplinan Rossocrociati

Tak lupa, BEM Pesantren Seluruh Indonesia turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah yang telah memfasilitasi kemudahan akses informasi, sehingga gelaran Piala Dunia 2026 dapat dinikmati masyarakat luas dengan nyaman dan kondusif.

“Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur fisiknya, tetapi juga karakter masyarakatnya yang menjunjung tinggi gotong royong dan toleransi. Santri dan mahasiswa memegang tanggung jawab besar untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional,” pungkasnya.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *