PMK Semakin Menggila di Bantul Kepala Dinas DKPP Akan Memperpanjang Penutupan Pasar Hewan Imogiri

Jika sebelumnya DKPP Kabupaten Bantul mencatat jumlah sapi yang positif terjangkit PMK baru mencapai 322 ekor, maka per Sabtu (25/1/2024) jumlahnya meningkat menjadi 411 ekor.(foto/ist)

Bantul, Proliman News – Jumlah sapi yang positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bantul terus meningkat sangat cepat.

Jika sebelumnya DKPP Kabupaten Bantul mencatat jumlah sapi yang positif terjangkit PMK baru mencapai 322 ekor, maka per Sabtu (25/1/2024) jumlahnya meningkat menjadi 411 ekor.

Sedang jumlah sapi yang mati akibat terjangkit PMK juga sangat tinggi yakni mencapai 44 ekor atau meningkat dari dua minggu sebelumnya sebanyak 32 ekor.

Oleh karenanya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul berencana akan memperpanjang penutupan Pasar Hewan Imogiri, hingga dua minggu ke depan atau sampai 11 Februari 2025.

 “ Karena kondisinya demikian menghkawatirkan, DKPP Kabupaten Bantul mengajukan izin penutupan pasar hewan Imogiri diperpanjang hingga dua minggu lagi,” ujar Kepala Dinas DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo.

Joko Waluyo menegaskan, selain penyebarannya yang sangat mengkhawatirkan angkanya juga meningkat cepat dan sangat tinggi.

“Kami sampaikan, hingga hari Sabtu (25/1/2025) sebanyak 411 ekor sapi positif terjangkit PMK naik cepat dari dua minggu sebelumnya. Dan 44 ekor sapi mati karena PMK, “ ujar Joko Waluyo.

Karena jumlahnya sapi yang terjangkit PMK terus bertambah, DKPP Kabupaten Bantul harus mengambil langkah cepat diantaranya petupan Pasar Hewan Imogiri diperpanjang hingga dua minggu ke depan.

“Kami sudah mengirimkan surat permohonan izin untuk penutupan Pasar Hewan Imogiri diperpanjang hingga pertengahan bulan Februari 2025, “ Lanjutnya.

BACA JUGA  Soal Temuan Banyak Bilyet Deposito Nomornya Sama, Ketua BUKP Galur Gandung Isbiyanto : Saya Tidak Tahu, Maaf !

Sehingga setelah masa penutupan pertama berakhir tanggal 27 Januari 2025 besuk, penutupan Pasar Hewan Imogiri akan dilanjutkan hingga 11 Februari 2025, mendatang.

“Ini langkah yang akan kami ambil,” tutur Joko Waluyo, ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Sabtu (25/1/2025).

Selain memperpanjang penutupan Pasar Hewan Imogiri dan pihaknya juga akan memperketat pemerikasaan sapi baik yang masuk maupun milik masyarakat. DKPP juga berusaha memperketat peredaran sapi di Kabupaten Bantul.

Untuk perpanjangan penutupan Pasar Hewan Imogiri tersebut, DKPP Kabupaten Bantul akan segera berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait, diantaranya Dinas Perdagangan.

“Setelah ini kami akan lakukan koordinasi, segera. Semoga segera terkendali situasinya, ” ujarnya melalui sambungan telpon Sabtu, (25/1/2025).

Diketahui DKPP Kabupaten Bantul menutup Pasar Hewan Imogiri mulai hari ini Selasa (14/1/2025) hingga (27/1/2025). Ini akibat terus merebaknya PMK di wilayah ini.

Jika sebelumnya tercatat  32 ekor sapi yang mati karena PMK, maka kini sudah berada di angka 44 ekor sapi matiu akibat PMK.

Joko Waluyo menambahkan, kenapa penutupan Pasar Hewan Imogiri menjadi langkah pertama pencegahan merebaknya PMK, karena Pasar Hewan Imogiri menjadi tempat lalu lintas hewan dari luar Kabupaten Bantul.

Sehingga menurutnya penutupan Pasar Hewan Imogiri tersebut menjadi langkah penting untuk mengantisipasi masuknya virus penyebab PMK dari luar Bantul.

“Pasar Hewan Imogiri itu jadi pusat keluar masuk ternak dari luar Bantul. Angkanya cukup tinggi. Jadi harapan kami, dengan adanya penutupan itu akan memutus rantai penyebaran virus PMK,” tegasnya.

BACA JUGA  Priyo Santoso : Kasus Penyelewengan Dana Nasabah di BUKP Wates dan Galur Meledak, Kenapa Pemprov DIY Diam !

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *