PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Gugurnya Praka Farizal Romadhon

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan jenazah Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan, sedang dalam proses administrasi untuk dipulangkan ke Indonesia.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, akibat serangan Israel di Lebanon.

Praka Farizal Romadhon gugur saat menjalankan tugas dalam pasukan penjaga perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Praka Farizal Romadhon dilaporkan gugur akibat serangan artileri di wilayah Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026), menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Insiden tersebut juga menyebabkan tiga personel TNI lainnya mengalami luka-luka, masing-masing satu orang dalam kondisi berat dan dua lainnya luka ringan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq Mughni, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Ia menegaskan bahwa pengabdian almarhum merupakan bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Praka Farizal Romadhon. Almarhum adalah putra terbaik bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya dalam menjalankan amanah kemanusiaan dan perdamaian dunia,” ujar Syafiq Mughni pada Selasa (31/3/2026).

Syafiq juga mendoakan agar almarhum husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, Muhammadiyah berharap diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.

BACA JUGA  Serangan Amerika Serikat - Israel ke Iran Berdampak pada Kepentingan Nasional Indonesia

Muhammadiyah juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon Selatan yang telah mengancam keselamatan pasukan perdamaian, termasuk kontingen Indonesia.

“Kami menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri, menghormati hukum humaniter internasional, serta menjamin keselamatan para personel penjaga perdamaian yang tengah menjalankan mandat kemanusiaan,” tambahnya.

Muhammadiyah mendukung penuh peran aktif Indonesia dalam misi perdamaian dunia sebagai bagian dari komitmen konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Liputan : Media Pro

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *