Yogyakarta, Prolimannews — Tim nasional Prancis sukses mengawali langkah mereka di babak grup Piala Dunia 2026 dengan hasil maksimal. Menghadapi tantangan berat dari raksasa Afrika, Senegal, di New York New Jersey Stadium pada Selasa sore waktu setempat (Rabu dini hari WIB), Les Bleus mengunci kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1.
Pertandingan ini tidak hanya menandai poin penuh pertama bagi anak asuh Didier Deschamps di Grup I, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi sang kapten, Kylian Mbappé. Lewat torehan dua golnya (brace), bintang Real Madrid tersebut resmi menobatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Prancis dengan koleksi 58 gol, melewati rekor sebelumnya yang dipegang Olivier Giroud (57 gol).
Babak pertama berjalan di luar dugaan bagi sang juara dunia dua kali. Prancis tampil lesu, ceroboh dalam operan, dan kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan Senegal yang dikomandoi Kalidou Koulibaly. Sepanjang 45 menit pertama, Mbappé bahkan tercatat hanya menyentuh bola sebanyak 14 kali—paling sedikit di antara seluruh pemain yang berada di lapangan.
Sebaliknya, Senegal yang tampil agresif justru beberapa kali mengancam gawang Mike Maignan. Peluang emas didapatkan oleh Nicolas Jackson ketika tendangannya membentur tiang gawang setelah sempat mengenai Maignan. Penyerang Chelsea tersebut juga sempat menceploskan bola ke gawang Prancis, namun dianulir oleh hakim garis karena posisi offsidet. Tekanan bertubi-tubi dari Ismaila Sarr dan kolega membuat babak pertama ditutup dengan skor kacamata 0-0.
Memasuki paruh kedua, Prancis kembali ke lapangan dengan intensitas yang jauh berbeda. Kreativitas Michael Olise di lini tengah mulai menghidupkan alur serangan Les Bleus.
Menit ke-66 (Gol Prancis, 1-0): Kebuntuan akhirnya pecah. Berawal dari kombinasi apik di sisi kanan antara Jules Koundé dan Michael Olise, Olise mengirimkan umpan diagonal terukur ke dalam kotak penalti. Mbappé dengan kecepatan magisnya berhasil lolos dari kawalan Koulibaly dan menyontek bola melewati adangan Édouard Mendy. Prancis memimpin 1-0, dan Mbappé menyamai rekor 57 gol Giroud.
Menit ke-82 (Gol Prancis, 2-0): Pemain pengganti, Bradley Barcola, langsung memberikan dampak instan. Hanya berselang kurang dari dua menit setelah masuk menggantikan Ousmane Dembélé, Barcola sukses menggandakan keunggulan Prancis setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Senegal.
Menit ke-90+5 (Gol Senegal, 2-1): Memasuki masa injury time, drama terjadi. Senegal enggan menyerang begitu saja. Pemain muda berbakat, Ibrahim Mbaye, memperkecil kedudukan lewat kontrol bola yang ciamik sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihalau Mike Maignan.
Menit ke-90+6 (Gol Prancis, 3-1): Harapan bangkitnya The Lions of Teranga langsung sirna hanya dalam waktu 68 detik. Mbappé membalas gol tersebut dengan sebuah gol yang sangat spektakuler. Menerima bola dari jarak sekitar 30 meter, ia melepaskan sepakan melengkung kaki kanan yang menghujam pojok kiri atas gawang Mendy. Gol indah ini sekaligus mengunci kemenangan Prancis dan menempatkan Mbappé sendirian di puncak daftar top skor historis Prancis dengan 58 gol.
Dengan hasil ini, Prancis mengamankan posisi puncak klasemen sementara Grup I dengan 3 poin. Pada laga selanjutnya, Prancis dijadwalkan akan menantang Irak di Philadelphia, sementara Senegal harus berjuang mengamankan poin saat menghadapi Norwegia demi menjaga asa lolos ke babak gugur.
Liputan: Galang Andika Pratama



