Problem Susahnya Air Irigasi Terus Membanjir ke Paslon No.1, Agung Setyawan: Harus Segera Ada Solusi !

Agung Setyawan mengatakan, aduan warga masyarakat seperti ini sangat penting agar semakin melengkapi data base yang ada untuk kedepannya(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Pemenuhan kebutuhan air irigasi pertanian itu persoalan penting yang harus segera dicarikan solusinya.

Ujar Calon Bupati Kulon Progo Nomor Urut 1, Agung Setyawan, Jumat (16/101/2024) dalam dialog pagi menanggapi banyaknya aduan warga yang susah  mendapatkan air irigasi untuk lahan persawahan.

Aduan warga soal carut marut irigasi tersebut diterima Paslon Bupati-Wakil Bupati Nomor Urut 1, melalui media sosial maupun melalui momen tatap muka dengan petani di berbagai kesempatan.

“Semoga kedepan persoalan ini segera tertangani dengan baik, intinya harus dilakukan perbaikan managemen irigasi. Sehingga problem rebutan air seperti ini tidak muncul lagi,” tandasnya.

Karena di sejumlah tempat problemnya hampir sama, yakni warga mengeluh tidak bisa menggarap lahan secara optimal, yaitu 3 kali masa tanam akibat sulitnya mendapatkan air irigasi, ungkap Agung Setyawan.

“Ini keluhan petani di mana-mana sama. Terus terulang setiap tahunnya. Akibatnya, lahan terbengkelai karena tidak kebagian air, musim tanam molor hingga melewati batas waktu, dan seterusnya. Berarti sumber masalahnya sama, antara managemen atau sumber air,” ujarnya menambahkan.

Maka tugas pemerintah kedepan diantaranya menyediakan dan menjamin ketersediaan sumber air serta insfratruktur irigasi pertanian secara merata. Itu tidak bisa ditawar lagi.

Jika semua lahan pertanian di Kulon Progo bisa mendapatkan aliran air irigasi secara optimal hingga masa tanam ketiga, ditambah dengan program cetak sawah baru yang sekana ini dicanangkan pemerintah, upaya ini tentu akan menurunkan angka kemiskinan di Kulon Progo secara signifikan.

BACA JUGA  Ekspor Gula Semut Kulon Progo Terkendala Sulitnya Sertifikasi, Arif Singgih: Yang Jelas Sangat Mahal !

Pembangunan embung penampung air serta perlindungan terhadap kawasan tangkapan air adalah jawaban untuk menjamin ketersediaan sumber air.

Pemerataan pembangunan insfratruktur pertanian juga harus terus digenjot bekerjasama dengan semua pihak terkait sesuai kewenangannya, baik pemerintah kabupaten, propinsi, maupun pusat.

Karena seperti kita ketahui, banyak bangunan insfratruktur utama irigasi di Saluran Induk Irigasi maupun di Saluran DI (Daerah Irigasi) saat ini banyak yang kondisinya rusak, seperti terjadinya kebocoran, saluran tertutup longsoran dan lain-lain.

Pembangunan jaringan irigasi tersier di hamparan pertanian juga harus diprioritaskan untuk memastikan bahwa air irigasi bisa sampai ke petak sawah petani dengan optimal.

“Disisi lain, juga tidak kalah pentingnya untuk terus menjaga kelestarian lingkungan guna menjamin ketersediaan air di waktu mendatang demi keberlangsungan hidup anak cucu kita,” ungkapnya.

Agung Setyawan mengatakan, pihaknya juga mendengar banyak keluhan petani lahan sawah di sejumlah kalurahan di Kabupaten Kulon Progo tidak terlayani irigasi hingga berakibat banyak lahan sawah mangkrak berbulan-bulan. Sementara Kulon Progo memiliki sumber air yang melimpah dari sejumlah sungai dan waduk.

“Sepertinya memang diperlukan paradigma baru pengelolaan air di Kulon Progo, “ pungkasnya.

Liputan : Rendy Satrio Prabowo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *