Sleman, Proliman News – PSS Sleman tidak sekadar menang. Mereka menutup musim dengan promosi ke Liga 1.
Kemenangan 3-0 atas PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026), menjadi penutup dramatis persaingan ketat melawan Persipura Jayapura.
Saat laga berjalan, kedua tim berada di titik yang sama 53 poin. Tidak ada ruang kesalahan. Satu gol saja bisa mengubah nasib.
Keduanya sama-sama menang. Poin akhir identik, 56. Namun PSS berdiri di atas karena satu hal yang tidak bisa dibantah: head-to-head.
Pada 21 Februari 2026, PSS menghajar Persipura 3-0 di Maguwoharjo. Hasil itu bukan sekadar kemenangan, tetapi fondasi promosi yang baru terasa nilainya di pekan terakhir.
Melawan PSIS, PSS tampil tanpa kompromi. Gustavo Tocantins membuka skor menit ke-31, Muhammad Junior Haqi memperlebar jarak pada menit ke-60, dan Arda Alfareza menutup pertandingan lewat tendangan bebas menit ke-87.
PSIS praktis tidak diberi ruang. Tekanan tinggi dan disiplin permainan PSS membuat laga berjalan satu arah.
Pelatih Ansyari Lubis tidak menutup rasa syukurnya. Namun di balik itu, ada kepastian yang lebih besar: misi musim ini tuntas.
“Ini kerja keras pemain. Kami pastikan promosi ke Liga 1 dan lolos ke final,” kata Ansyari.
Di partai puncak, PSS akan menghadapi Garudayaksa FC. Bagi PSS, ini bukan lagi soal terbaik tetapi bagaimana menutup musim sebagai yang terbaik.
Liputan: Anung Marganto



