PT Selo Adikarto Bersama PT Great Blue Whale (GBW) Dirikan Pabrik Batching Plant BentonKu, Selanjutnya ?

Kalau Bupati Kulon Progo akan mengambil langkah menutup perusahaan yang bergerak di sektor General Contraktor dan Asphalt Mixing Plant (AMP), karena bupati juga sebagai pemilik.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Pernah mendengar pabrik batching plant BetonKu ? Apa kabar dengan perusahaan yang bekerjasama dengan PT Selo Adikarto ini ?

Seperti kita tahu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Selo Adikarto (SAK) bekerja sama dengan PT Great Blue Whale (GBW) mendirikan pabrik batching plant berlokasi di Dusun Dlaban, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo.

Pabrik batching plant kerja sama operasi (KSO) antara PT SAK dan PT GBW tersebut diresmikan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, dirilis Radar Jogja, Selasa (6/11/2018).

Hasto mengatakan meskipun kapasitas batching plant saat ini masih kecil yaitu 90 m3/jam, tetapi keberadaan pabrik ini mempunyai peran penting sebagai wujud Bela Beli Kulon Progo.

Salah satunya dalam pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) karena bahan baku berasal dari lokal Kulonprogo.

“Keberadaan batching plant ini sangat dibutuhkan dan [bentuk] Bela Beli Kulonprogo agar tidak hanya jadi penonton di tengah pesatnya pembangunan yang ada di Kulonprogo. Keberadaan pabrik ini dapat memberikan layanan kebutuhan beton untuk pembangunan,” kata dia, Selasa.

Hasto senang melihat PT SAK bermitra dengan PT Great Blue Whale kemudian membuat batching plant dalam rangka memberikan layanan kebutuhan kegiatan pembangunan di Kulon Progo.

Hasto berharap dengan beroperasinya pabrik, selain memberikan layanan kebutuhan pembangunan juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah yang disetor oleh PT SAK.

BACA JUGA  Ribuan Warga Padati Alun-Alun Wates, Kulon Progo Resmi Buka Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-75

“Saat ini kondisi PT SAK sudah sehat dan tidak menanggung utang pajak, bahkan tahun lalu sudah dapat menyetor PAD,” kata Hasto.

Direktur Utama PT SAK, Made Hendra Putra, menjelaskan di usia ke-15 PT SAK dalam kondisi yang penuh keterbatasan, baik modal kerja maupun sarana prasarana yang ada.

Meski demikian PT SAK optimistis terhadap peluang proyek infrastruktur, baik di Kulonp Progo maupun di Jogja dan sekitarnya.

Made menambahkan dalam skema KSO tersebut PT SAK mengusahakan lahan dan perizinan, sedangkan PT GBW mendirikan pabrik beserta sarana dan prasarana serta membiayai seluruh investasi dan modal kerjanya.

“Nama BetonKu merupakan usulan dari Bupati agar membawa branding Kulonprogo yaitu Beton Kuat Kulon Progo, tentu dengan tetap menjaga mutu dan kualitas produksi karena material bahan baku diambil dari Kulon Progo,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta yang ada di Kulon Progo dapat menggunakan produk BetonKu.

Ke depan setelah pembangunan YIA juga memiliki harapan akan terjadi pembangunan sarana penunjang, baik jalan maupun jembatan, bangunan hotel, rumah sakit, sekolah, kampus dan lainnya.

Batching plant merupakan tempat mencampur atau memproduksi beton ready mix atau beton cair siap pakai dalam skala besar.

Pabrik batching plant menjadi cara PT SAK menguatkan bisnis.

Silo berukuran besar di pabrik bertuliskan BetonKu pada bagian luar, sehingga bagi warga yang menempuh perjalanan dari arah timur ke barat [dari Jembatan Bantar menuju Wates] atau sebaliknya dapat melihat silo bertuliskan BetonKu dari jalan.

BACA JUGA  Diskusi Hukum Proliman News: Aman Jika Kalurahan Palihan Kembalikan Dana Rp 124 Miliar ke Kasultanan

Liputan : Recovery

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *