Yogyakarta, Proliman News – Menjadi terkenal dan diikuti jutaan netizen, ternyata tidak pernah terbayangkan oleh William Rafael Struick.
Karena jutaan netizen yang rata-rata warga negara Indonesia bukan saja membuatnya bersemangat, tetapi juag telah membuat Noraly Soedito ibundanya menangis.
Karena cuitan netizen Indonesia selalu diikuti oleh sang ibu, disela-sela kesibukannya sebagai bakir di sebuah perusahaan bank terkenal di Amsterdam.
“Komentar-komentar menyentuh dari netizen hingga membuat ibu saya menitikkan air mata,” ujar Rafael Struick kepada media di Amsterdam.
Cuitan-cuitan netizen yang kini jumlahnya mencapai 1,2 juta orang itu benar-benar membuat Noraly Soedito merasa benar-benar menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Tanah leluhurnya.
Noraly Siedito selalu menyempatkan diri untuk ikut menyimak berbagai komentar netizen.
“Ibu saya sangat terharu dan menangis karena ungkapan tulus dan menyentuh yang dilontarkan jutaan netizen. Netizen Indonesia sangat baik kepada ibu saya, hingga ia kadang mennangis,” katanya.
Seperti ucapan terimakasih telah mengizinkan Rafael Struick untuk membela Timnas Indonesia.
“Ungkapan itu benar-benar membuat ibu saya terharu. Meskipun banyak juga netizen yang melontarkan cacian saat down, atau bermain kurang maksimal,” lanjutnya.
Rafael Struik mengaku bukan tipe orang yang suka mengumbar kehidupan pribadinya di media sosial. Dan meledaknya netizen di instagram pibadinya, membuat satu kebangga tentu saja.
Struick kelahiran Leidschendam, Belanda 27 Maret 2003 dalam sebuah wawancara dengan media Amsterdam mengatakan, ia dipanggil untuk bergabung dengan Timas U-20 pada Piala Dunia 2024.
Setelah berdiskusi dengan kedua orang tuanya ia memutuskan untuk setuju mengikuti pelatihan di kamp Spanyol.
Namun dua bulan kemudian ia harus kecewa karena turnamen tersebut dibatalkan karena alasan politik.
Setelah itu justru ia menerima kejutan, yakni mendapat panggilan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia senior dalam liga persahabatan melawan juara dunia Argentina.
Ia mengaku sangat gembira dengan datangnya berita tersebut.
Pertandingan melawan Argentina berlangsung di GBK Jakarta 19 Juni 2023, disaksikan 56.000 penonton.
Ia bermain sebagai starter dan duet dengan Dimas Drajat di lini depan. sebelum akhirnya digantikan oleh Witan Sulaeman di menit 64.
Meski Indonesia kalah 2-0, tetapi pengalaman itu sangat berkesan. Sejak saat itu, ia merasa menjadi bagian dari Indonesai hingga kemudian sepakat naturalisasi di Timnas U-23.



