Sebanyak 60 Hotel Disiapkan untuk Embarkasi Haji 2026 PHRI Kulon Progo Lakukan Berbagai Persiapan

Sebanyak 60 hotel di Kulon Progo dipastikan akan digunakan sebagai embarkasi Haji DIY tahun 2026 besuk.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News — Sedikitnya 60 hotel di Kulon Progo disiapkan menyambut beroperasinya Embarkasi Haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 2026.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo Sumantoyo mengatakan, langkah ini bakal menjadi momen kebangkitan sektor perhotelan di wilayah ini.

Ia menjelaskan, dari total 60 hotel yang disiapkan, terdiri atas 4 hotel berbintang dan sekitar 56 hotel nonbintang.

Seluruhnya kini sudah melalui tahapan pendataan dan penilaian kelayakan untuk memastikan standar layanan mampu memenuhi kebutuhan calon jemaah haji.

“Kami menyambut positif langkah pemerintah menjadikan Kulon Progo sebagai embarkasi haji,” katanya ketika ditemui Selasa (21/10/2025) di Sekretariat PHRI Wates Kulon Progo.

Selain mempercepat pelayanan bagi jamaah asal DIY, ini akan memberikan efek ekonomi yang besar bagi hotel, restoran, dan pelaku usaha lokal, lanjut Sumantoyo.

Menurutnya, tingkat hunian hotel di Kulon Progo yang selama ini relatif rendah diharapkan meningkat signifikan dengan adanya kegiatan embarkasi.

PHRI juga menyiapkan pelatihan khusus bagi pelaku perhotelan agar siap memberikan pelayanan sesuai standar embarkasi, termasuk dari sisi keamanan, kenyamanan dan kebutuhan ibadah jemaah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh langkah PHRI dan pelaku usaha perhotelan dalam menyongsong operasional embarkasi.

Menurut Sutarman sinergi antarsektor menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

BACA JUGA  Pemda DIY Siap Membayar Simpanan Nasabah BUKP Wates dan Galur, Nasib Wardoyo: Matur Nuwun Ngarso Dalem !

“Kami sudah melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan pariwisata. Embarkasi haji bukan hanya soal keberangkatan jamaah, tetapi juga peluang untuk mempromosikan Kulon Progo sebagai destinasi wisata yang ramah dan siap menerima kunjungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Kulon Progo tengah memetakan potensi wisata di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA).

Termasuk wisata alam dan budaya, untuk dijadikan paket kunjungan bagi jemaah maupun keluarga pendamping. Dengan langkah itu, pemerintah berharap efek ekonomi embarkasi dapat berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata lokal.

“Dampak multiplier-nya besar. Mulai dari hotel, transportasi, hingga UMKM akan ikut tumbuh jika momentum ini dikelola dengan baik,” kata Sutarman.

Pemerintah daerah bersama Kementerian Agama dan instansi terkait menargetkan uji coba operasional embarkasi dilakukan pada akhir 2025.

Fasilitas asrama haji, sistem transportasi pendukung, serta kesiapan tenaga layanan terus dimatangkan agar embarkasi 2026 berjalan lancar.

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *